Tausiyah
Gus Baha: Rumus Istiqamah Paling Mudah Adalah Berdasarkan Ilmu
Fajar adhitya
Kamis, 29 September 2022 - 07:02 WIB
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha menerangkan rumus istiqamah (foto: youtube)
Sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan secara istiqamah. Istiqamah artinya konsisten dalam berbuat atau melakukan perbuatan dengan teguh pendirian.
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha menerangkan, rumus istiqamah yang paling mudah adalah berdasarkan ilmu. Artinya, konsistensi seorang muslim terhadap suatu ibadah dilakukan berdasarkan pemahaman.
“Rumus istiqamah paling mudah itu kata Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' adalah keputusan ilmu. Kalau keputusan nafsu kita tidak akan mudah istiqamah,” kata Gus Baha dikutip Youtube OFFICIAL LP3IA, Kamis (29/9/2022).
Baca juga:Gus Baha Tegaskan Bahwa Santet Tidak Ada
Gus Baha mencontohkan, seorang muslim yang konsisten membaca Yasin setelah shalat Maghrib. Bila dilakukan berdasarkan ilmu maka ganjaran pahalanya tetap mengalir meskipun suatu saat ditinggalkan karena ada keperluan lain.
“Kalau kita batalkan karena anak sakit atau orang tua sakit kemudian ke rumah sakit mengantarkan ini tidak mengganggu istiqamah membaca Yasin, karena maknanya baca Yasin kebaikan ditinggalkan untuk kebaikan dalam bentuk yang lain,” kata Gus Baha.
Adapun istiqamah orang yang tidak berilmu justru buruk karena tidak bisa membedakan hal-hal prioritas dalam hidupnya. Akhirnya, ia meninggalkan kegiatan lain yang lebih penting dengan alasan istiqamah.
KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha menerangkan, rumus istiqamah yang paling mudah adalah berdasarkan ilmu. Artinya, konsistensi seorang muslim terhadap suatu ibadah dilakukan berdasarkan pemahaman.
“Rumus istiqamah paling mudah itu kata Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' adalah keputusan ilmu. Kalau keputusan nafsu kita tidak akan mudah istiqamah,” kata Gus Baha dikutip Youtube OFFICIAL LP3IA, Kamis (29/9/2022).
Baca juga:Gus Baha Tegaskan Bahwa Santet Tidak Ada
Gus Baha mencontohkan, seorang muslim yang konsisten membaca Yasin setelah shalat Maghrib. Bila dilakukan berdasarkan ilmu maka ganjaran pahalanya tetap mengalir meskipun suatu saat ditinggalkan karena ada keperluan lain.
“Kalau kita batalkan karena anak sakit atau orang tua sakit kemudian ke rumah sakit mengantarkan ini tidak mengganggu istiqamah membaca Yasin, karena maknanya baca Yasin kebaikan ditinggalkan untuk kebaikan dalam bentuk yang lain,” kata Gus Baha.
Adapun istiqamah orang yang tidak berilmu justru buruk karena tidak bisa membedakan hal-hal prioritas dalam hidupnya. Akhirnya, ia meninggalkan kegiatan lain yang lebih penting dengan alasan istiqamah.