Hikmah Rahmani
Pilihlah Untuk Bahagia
A. rahman al habsyi
Jum'at, 30 September 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi kebahagiaan mengenal Allah SWT. (Foto: Istimewa).
Mayoritas manusia terjebak di dalam kebahagiaan fisik, yang merupakan kebahagiaan terendah di alam semesta, karena memang semua manusia pernah merasakan kebahagiaan fisik ini.
Maka tak usah heran, banyak orang yang memburu kelezatan makanan dan minuman berkilo-kilo jauh dari rumahnya, bahkan hingga ke luar negri. Hanya untuk mencicipi beberapa menit lidah menikmati kelezatan fisik.
Kebahagiaan tertinggi adalah mengenal Allah SWT. Orang yang mencari kebahagiaan, kemudian menemukan kebahagiaannya di luar mengenal Allah SWT. Maka ia belum mencapai puncak kebahagiaan.
Baca Juga: Hikmah Senyuman: Buat Orang Lain Bahagia dan Kurangi Stres
Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman). Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman.
Imam AlGhazali Dalam kitabnya Mizan al-A’mal memberikan pendefinisian tentang makna kebahagiaan, di antaranya; "Kebahagiaan adalah keabadian tanpa kesementaraan, kenikmatan tanpa kepayahan, kegembiraan tanpa kesedihan, kekayaan tanpa kefakiran, kesempurnaan tanpa kekurangan, kemuliaan tanpa kehinaan."
Dalam kitab Nasha'ihul Ibaad dikatakan:
Maka tak usah heran, banyak orang yang memburu kelezatan makanan dan minuman berkilo-kilo jauh dari rumahnya, bahkan hingga ke luar negri. Hanya untuk mencicipi beberapa menit lidah menikmati kelezatan fisik.
Kebahagiaan tertinggi adalah mengenal Allah SWT. Orang yang mencari kebahagiaan, kemudian menemukan kebahagiaannya di luar mengenal Allah SWT. Maka ia belum mencapai puncak kebahagiaan.
Baca Juga: Hikmah Senyuman: Buat Orang Lain Bahagia dan Kurangi Stres
Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman). Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman.
Imam AlGhazali Dalam kitabnya Mizan al-A’mal memberikan pendefinisian tentang makna kebahagiaan, di antaranya; "Kebahagiaan adalah keabadian tanpa kesementaraan, kenikmatan tanpa kepayahan, kegembiraan tanpa kesedihan, kekayaan tanpa kefakiran, kesempurnaan tanpa kekurangan, kemuliaan tanpa kehinaan."
Dalam kitab Nasha'ihul Ibaad dikatakan: