Alasan Trimurti Dirikan Gontor sebagai Pondok Modern
Muhajirin
Jum'at, 30 September 2022 - 16:06 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor (foto: gontor.ac.id)
Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah pelopor pondok modern di Indonesia. Gontor kini jadi kiblat Pondok Modern di seluruh Indonesia.
Cikal bakal Gontor berawal dari berdirinya pondok pesantren bernama Pondok Tegalsari. Pondok Pesantren Tegalsari didirikan Kanjeng Kiai Hasan Bashari atau Kiai Kasan Besari sekitar abad ke-18.
Pondok Gontor berawal dari kiprah Sulaiman Djamaluddin, salah seorang santri Tegalsari yang dijadikan menantu oleh Kyai Besari. Dia mendirikan pesantren untuk meneruskan perjuangan Kyai Besar di Desa Gontor, yang kemudian dikenal dengan Pondok Gontor Lama.
Lalu, pada 1926, Trimurti yang terdiri dari tiga bersaudara yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi kembali ke Gontor untuk membangun kembali Pondok Gontor. Dari sentuhan tangan Trimurti, Pondok Gontor berkembang.
Baca Juga: Profil Pesantren Modern Gontor, Begini Sejarah Singkatnya
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, menceritakan, sejak saat itu, Trimurti memperkenalkan sistem pendidikan modern di pondok pesantren. Mereka mereformasi pola pendidikan dengan menggabungkan sistem tradisional dan modern.
“Sejak 1926, dimulailah juga sistem pendidikan pondok pesantren modern. Dari segi apanya, modern dari sistem pendidikannya, bukan dari ajaran. Dari segi ajaran, Gontor adalah menganut mazhab ahlus sunnah wal jamaah, yang pengertiannya memadukan antara salaf dan khalaf,” kata Kiai Amal dalam webinar yang digelar Akademi Hikmah Channel, Jumat (30/9/2022).
Cikal bakal Gontor berawal dari berdirinya pondok pesantren bernama Pondok Tegalsari. Pondok Pesantren Tegalsari didirikan Kanjeng Kiai Hasan Bashari atau Kiai Kasan Besari sekitar abad ke-18.
Pondok Gontor berawal dari kiprah Sulaiman Djamaluddin, salah seorang santri Tegalsari yang dijadikan menantu oleh Kyai Besari. Dia mendirikan pesantren untuk meneruskan perjuangan Kyai Besar di Desa Gontor, yang kemudian dikenal dengan Pondok Gontor Lama.
Lalu, pada 1926, Trimurti yang terdiri dari tiga bersaudara yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi kembali ke Gontor untuk membangun kembali Pondok Gontor. Dari sentuhan tangan Trimurti, Pondok Gontor berkembang.
Baca Juga: Profil Pesantren Modern Gontor, Begini Sejarah Singkatnya
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, menceritakan, sejak saat itu, Trimurti memperkenalkan sistem pendidikan modern di pondok pesantren. Mereka mereformasi pola pendidikan dengan menggabungkan sistem tradisional dan modern.
“Sejak 1926, dimulailah juga sistem pendidikan pondok pesantren modern. Dari segi apanya, modern dari sistem pendidikannya, bukan dari ajaran. Dari segi ajaran, Gontor adalah menganut mazhab ahlus sunnah wal jamaah, yang pengertiannya memadukan antara salaf dan khalaf,” kata Kiai Amal dalam webinar yang digelar Akademi Hikmah Channel, Jumat (30/9/2022).