home global news

Iran Berpotensi Masuk Gelombang Kelima Wabah Covid-19

Senin, 05 Juli 2021 - 18:20 WIB
Ilustrasi serangan Covid-19 di Iran. Foto: Langit7.id/iStock
Mewabahnya Covid-19 varian Delta menjadi pukulan telak bagi Iran. Terhambatnya program vaksinasi memungkinkan adanya gelombang kelima di negara tersebut.

Berdasarkan data Woldometers, Iran mengonfirmasi sekitar 3,2 juta kasus dengan 84.792 jumlah kematian. Tingginya risiko penularan Covid-19 membuat kasus kematian di Iran menjadi yang tertinggi di wilayah Timur Tengah.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) seperti menggunakan masker dan jarak fisik menurun. Hal tersebut dikhawatirkan memicu gelombang kelima Covid-19.

"Jika kita tidak cukup hati-hati, ada kekhawatiran bahwa negara akan menghadapi gelombang kelima," kata Rouhani seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (3/7).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Iran, memasukkan wilayah Ibu Kota Teheran dalam zona merah Covid-19. Selain itu, Sistan dan Baluchestan yang merupakan provinsi terbesar kedua Iran yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan juga masuk zona merah dengan catatan 1.200 kasus dan 20 kematian per hari.

Pemerintah Iran telah melakukan pembatasan dengan melarang perjalanan ke dan dari 266 kota yang diklasifikasikan zona merah dan oranye. Pembatasan juga berlaku bagi perusahaan dengan mengurangi 70 persen pekerja, dan pekerja esensial akan beroperasi secara fisik dengan setengah kapasitas.

Lambatnya laju vaksinasi juga menjadi masalah utama di Iran yang kesulitan mengimpor vaksin Covid-19 karena mendapat sanksi internasional dari Amerika Serikat (AS). Sejauh ini, Iran hanya memiliki vaksin dari Rusia, Cina, India, Kuba, dan global COVAX.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 covid-19 varian-delta iran hassan rouhani meninggal dunia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya