Eep S Fatah: Politik Identitas dan Politik Uang Sudah Tak Efektif
Muhajirin
Kamis, 06 Oktober 2022 - 16:25 WIB
Eep Saefulloh Fatah (foto: mui.or.id)
Mustasyar PWNU DKI Jakarta sekaligus Pengamat Politik Eep Saefulloh Fatah, menegaskan, bahwa politik identitas dan politik uang sudah tidak laku di Indonesia.
“Masa depan politik identitas di Indonesia, apa punya masa depan? Masa depannya tidak cerah, lalu apa masa depannya cerah? Politik jalan keluar,” kata Eep dalam dalam Talk Show Khatib “Menolak Politik Identitas”, Kamis (6/10/2022).
Eep menjelaskan, politik identitas adalah berpolitik dengan mengkapitalisasi identitas beragam dalam kontestasi untuk memenangkan pertarungan politik berhadapan dengan identitas lain.
Identitas itu beragama. Dalam ilmu sosial dikenal istilah primordialisme. Ada identitas agama, daerah, gender, hingga suku yang melekat pada seseorang dan menandai perbedaan satu individu dengan orang lain.
Baca Juga: Menjernihkan Makna dan Posisi Politik Identitas
“Misal, identitas keislaman dipertentangkan dengan identitas umat beragama lain. Atau ada juga kandidat Jenis kelamin berbeda dengan yang lain mengkapitalisasi jenis kelamin lain untuk mendegradasi kelompok lain. Bisa juga asal daerah,” ujar Eep.
“Masa depan politik identitas di Indonesia, apa punya masa depan? Masa depannya tidak cerah, lalu apa masa depannya cerah? Politik jalan keluar,” kata Eep dalam dalam Talk Show Khatib “Menolak Politik Identitas”, Kamis (6/10/2022).
Eep menjelaskan, politik identitas adalah berpolitik dengan mengkapitalisasi identitas beragam dalam kontestasi untuk memenangkan pertarungan politik berhadapan dengan identitas lain.
Identitas itu beragama. Dalam ilmu sosial dikenal istilah primordialisme. Ada identitas agama, daerah, gender, hingga suku yang melekat pada seseorang dan menandai perbedaan satu individu dengan orang lain.
Baca Juga: Menjernihkan Makna dan Posisi Politik Identitas
“Misal, identitas keislaman dipertentangkan dengan identitas umat beragama lain. Atau ada juga kandidat Jenis kelamin berbeda dengan yang lain mengkapitalisasi jenis kelamin lain untuk mendegradasi kelompok lain. Bisa juga asal daerah,” ujar Eep.