Bolehkah Muslim Takziah kepada Nonmuslim?
Muhajirin
Senin, 17 Oktober 2022 - 12:27 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Muslim dan nonmuslim harus selalu menjaga hubungan baik satu sama lain. Dalam ranah muamalah, muslim dan nonmuslim boleh bekerja sama dan saling mendukung sementara dalam ibadah saling bertoleransi dengan keyakinan masing-masing. Lalu bagaimana ketika ada seorang nonmuslim meninggal? bolehkah seorang muslim bertakziah kepada nonmuslim?
Muhaddits dan Ulama Mazhab Maliki asal Maroko, Syaikh Dr. Sa'id bin Muhammad Al-Kamali, mengatakan, seorang muslim boleh bertakziah ke rumah orang kafir atau nonmuslim yang meninggal dunia.
Mayoritas ulama empat madzhab juga membolehkan muslim melakukan takziah kepada orang-orang kafir atau nonmuslim. Bahkan ada pendapat yang menganjurkan takziah kepada orang kafir, dengan harapan ada dari keluarga atau kerabatnya bisa masuk Islam.
Baca Juga:Hukum Takziah dengan Kirim Karangan Bunga Papan
كان غلامٌ يهوديٌّ يخدُمُ النبيَّ ﷺ فمَرِضَ فأتاه النبيُّ ﷺ يعودُه، فقَعَدَ عند رأَسْه، فقال له: أَسْلِمْ، فنظَرَ إلى أبيه وهو عِندَه، فقال له: أَطِعْ أبا القاسِمِ، فأسْلَمَ، فخَرَجَ ﷺ، وهو يقول: الحمْدُ لله الذي أنقَذَه مِنَ النَّارِ.
"Seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi ﷺ sakit, lantas Nabi ﷺ mendatanginya untuk menjenguknya, lalu duduk di sisi kepalanya, Nabi pun bersabda, 'Masuk Islam lah', si anak melihat ke arah bapaknya yang ada di sisinya. Lalu bapaknya berkata ke dia, 'Taatilah Abul Qasim', sehingga si anak pun masuk Islam. Lalu keluarlah Nabi ﷺ seraya bersabda, 'Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka’." (HR Bukhari).
Muhaddits dan Ulama Mazhab Maliki asal Maroko, Syaikh Dr. Sa'id bin Muhammad Al-Kamali, mengatakan, seorang muslim boleh bertakziah ke rumah orang kafir atau nonmuslim yang meninggal dunia.
Mayoritas ulama empat madzhab juga membolehkan muslim melakukan takziah kepada orang-orang kafir atau nonmuslim. Bahkan ada pendapat yang menganjurkan takziah kepada orang kafir, dengan harapan ada dari keluarga atau kerabatnya bisa masuk Islam.
Baca Juga:Hukum Takziah dengan Kirim Karangan Bunga Papan
كان غلامٌ يهوديٌّ يخدُمُ النبيَّ ﷺ فمَرِضَ فأتاه النبيُّ ﷺ يعودُه، فقَعَدَ عند رأَسْه، فقال له: أَسْلِمْ، فنظَرَ إلى أبيه وهو عِندَه، فقال له: أَطِعْ أبا القاسِمِ، فأسْلَمَ، فخَرَجَ ﷺ، وهو يقول: الحمْدُ لله الذي أنقَذَه مِنَ النَّارِ.
"Seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi ﷺ sakit, lantas Nabi ﷺ mendatanginya untuk menjenguknya, lalu duduk di sisi kepalanya, Nabi pun bersabda, 'Masuk Islam lah', si anak melihat ke arah bapaknya yang ada di sisinya. Lalu bapaknya berkata ke dia, 'Taatilah Abul Qasim', sehingga si anak pun masuk Islam. Lalu keluarlah Nabi ﷺ seraya bersabda, 'Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka’." (HR Bukhari).