Pesan KH Jeje di Momentum HSN: Santri Tidak Boleh Jumawa
Andi Muhammad
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 16:15 WIB
Pesan KH Jeje di Momentum HSN: Santri Tidak Boleh Jumawa. Foto: Istimewa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin menyebutkan, Hari Santri Nasional (HSN) merupakan sebuah momentum besar yang sudah seharusnya diperingati dan disyukuri. Ini karena peran besar santri kepada bangsa Indonesia sejak dahulu.
"Momentum hari santri sepatutnya disyukuri sebagai sebuah penghargaan negara kepada perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam memobilisir rakyat Indonesia dan kaum santri khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan," kata Kiai Jeje saat di wawancara Langit7.id, Jumat (21/10/2022).
Di lain sisi, lanjut Kiai Jeje, seluruh santri tidak boleh terlena akan adanya HSN. Mereka harus tetap rendah hati, mengoreksi diri, dan mengembangkan potensi diri agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
"Namun demikian bukan berarti bahwa kita sebagai kaum santri harus berbangga diri apalagi jumawa atau sombong dengan peran dan jasa nenek moyang kita masa dulu. Sebab hal itu bukan hanya sebagai sikap yang sia sia, tetapi juga dilarang oleh Islam," ujarnya.
Baca Juga:Ustaz Jeje Zaenudin, Ulama Muda Visioner yang Low Profile
Kiai Jeje mengingatkan, sifat jumawa merupakan suatu hal yang dilarang Allah yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 134. Berikut firman Allah SWT:
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Momentum hari santri sepatutnya disyukuri sebagai sebuah penghargaan negara kepada perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam memobilisir rakyat Indonesia dan kaum santri khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan," kata Kiai Jeje saat di wawancara Langit7.id, Jumat (21/10/2022).
Di lain sisi, lanjut Kiai Jeje, seluruh santri tidak boleh terlena akan adanya HSN. Mereka harus tetap rendah hati, mengoreksi diri, dan mengembangkan potensi diri agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
"Namun demikian bukan berarti bahwa kita sebagai kaum santri harus berbangga diri apalagi jumawa atau sombong dengan peran dan jasa nenek moyang kita masa dulu. Sebab hal itu bukan hanya sebagai sikap yang sia sia, tetapi juga dilarang oleh Islam," ujarnya.
Baca Juga:Ustaz Jeje Zaenudin, Ulama Muda Visioner yang Low Profile
Kiai Jeje mengingatkan, sifat jumawa merupakan suatu hal yang dilarang Allah yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 134. Berikut firman Allah SWT:
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ