Soal Kasus Gangguan Ginjal, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Penetapan KLB
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 20:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa) pada kasus gangguan ginjal akut pada anak. Langkah itu perlu dipertimbangkan mengingat banyaknya kasus gangguan ginjal yang bermunculan sejak beberapa bulan terakhir.
"Ada dugaan kuat bahwa data riil kasus gangguan ginjal akut pada anak-anak itu lebih banyak lagi. Ini semacam puncak gunung es. Apalagi dengan sistem surveilans kesehatan Indonesia yang masih harus diperbaiki di sana-sini," kata Netty dalam keterangannya, Sabtu (22/10/2022).
Baca Juga:Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan Dilematis
Politisi Fraksi PKS itu mengatakan penetapan kondisi KLB untuk kasus gangguan ginjal akut pada anak harus menunggu hasil kerja tim yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelidiki kasus tersebut. Netty turut mendorong agar tim bekerja sigap dan ekstra untuk memberikan hasil secepatnya.
"Baik itu menyangkut penyebab, gejala, upaya penanganan dan lain sebagainya. Sampai saat ini kita masih belum dapat mengungkap banyak terkait kasus gangguan ginjal misterius ini," ujar Netty.
Menurut Netty, penyelidikan harus dipercepat untuk menghindari jatuhnya korban semakin banyak. "Pemerintah harus memberi dukungan maksimal agar tim dapat bekerja menunaikan tugasnya dengan cepat. Ini perkara prioritas yang harus diselesaikan," lanjut Netty.
Selain itu, Netty juga meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) dan ketersediaan alat dan obat yang dibutuhkan dalam menangani kasus gangguan ginjal pada anak. "Cek juga apakah faskes dan RS mana saja yang siap menangani jika ada anak bergejala yang datang berobat. Bagaimana dengan ketersediaan alat dan obat penunjang," tuturnya.
"Ada dugaan kuat bahwa data riil kasus gangguan ginjal akut pada anak-anak itu lebih banyak lagi. Ini semacam puncak gunung es. Apalagi dengan sistem surveilans kesehatan Indonesia yang masih harus diperbaiki di sana-sini," kata Netty dalam keterangannya, Sabtu (22/10/2022).
Baca Juga:Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan Dilematis
Politisi Fraksi PKS itu mengatakan penetapan kondisi KLB untuk kasus gangguan ginjal akut pada anak harus menunggu hasil kerja tim yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelidiki kasus tersebut. Netty turut mendorong agar tim bekerja sigap dan ekstra untuk memberikan hasil secepatnya.
"Baik itu menyangkut penyebab, gejala, upaya penanganan dan lain sebagainya. Sampai saat ini kita masih belum dapat mengungkap banyak terkait kasus gangguan ginjal misterius ini," ujar Netty.
Menurut Netty, penyelidikan harus dipercepat untuk menghindari jatuhnya korban semakin banyak. "Pemerintah harus memberi dukungan maksimal agar tim dapat bekerja menunaikan tugasnya dengan cepat. Ini perkara prioritas yang harus diselesaikan," lanjut Netty.
Selain itu, Netty juga meminta pemerintah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) dan ketersediaan alat dan obat yang dibutuhkan dalam menangani kasus gangguan ginjal pada anak. "Cek juga apakah faskes dan RS mana saja yang siap menangani jika ada anak bergejala yang datang berobat. Bagaimana dengan ketersediaan alat dan obat penunjang," tuturnya.