Berdampak Buruk, Sifat Tamak Sumber Perilaku Hina
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 25 Oktober 2022 - 07:31 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memperingatkan umatnya akan bahaya sifat tamak atau rakus. Sebab, sifat ini dapat memberi dampak buruk, baik bagi diri sendiri atau orang lain.
Menurut Abdullah Gymnasstiar atau Aa Gym orang yang tamak akan berkembang biak menjadi berbagai perilaku yang hina.
Baca juga: Tanpa Jiwa Qanaah, Aa Gym: Hati Tak Pernah Bahagia
Dari Abu Bakar Al-Warraq Alhakiem berkata, "Seandainya sikap tamak itu dapat ditanya-tanya. Jika tamak ditanya, siapakah ayah kamu? Tamak menjawab, ragu terhadap takdir Allah."
"Jadi orang itu menjadi tamak karena kurang iman. Dia ragu bahwa Allah yang memiliki segalanya dan sangat tahu keperluan kita," ujar Aa gym dalam Kajian Pagi yang diikuti Langit7 secara daring, Selasa (25/10/2022).
Dia melanjutkan, selama hidup kita dicukupi oleh Allah, walaupun sedikit rezekinya sebetulnya di sana ada kecukupan. Namun, penerimaan setiap orang akan rezeki yang diberikan Allah SWT berbeda. Ada yang bahagia, tapi ada juga yang menderita.
"Ketika Anda puas dengan yang Allah berikan dan mensyukuri maka Anda akan bahagia. Namun jika sibuk memikirkan yang tidak ada sehingga tidak puas, bahkan kecewa kepada Allah maka dapat dipastikan Anda akan menderita," lanjut pendakwah yang baru ditunjuk sebagai komisari independen perusahaan induk fesyen muslimElzatta dan Dauky itu.
Menurut Abdullah Gymnasstiar atau Aa Gym orang yang tamak akan berkembang biak menjadi berbagai perilaku yang hina.
Baca juga: Tanpa Jiwa Qanaah, Aa Gym: Hati Tak Pernah Bahagia
Dari Abu Bakar Al-Warraq Alhakiem berkata, "Seandainya sikap tamak itu dapat ditanya-tanya. Jika tamak ditanya, siapakah ayah kamu? Tamak menjawab, ragu terhadap takdir Allah."
"Jadi orang itu menjadi tamak karena kurang iman. Dia ragu bahwa Allah yang memiliki segalanya dan sangat tahu keperluan kita," ujar Aa gym dalam Kajian Pagi yang diikuti Langit7 secara daring, Selasa (25/10/2022).
Dia melanjutkan, selama hidup kita dicukupi oleh Allah, walaupun sedikit rezekinya sebetulnya di sana ada kecukupan. Namun, penerimaan setiap orang akan rezeki yang diberikan Allah SWT berbeda. Ada yang bahagia, tapi ada juga yang menderita.
"Ketika Anda puas dengan yang Allah berikan dan mensyukuri maka Anda akan bahagia. Namun jika sibuk memikirkan yang tidak ada sehingga tidak puas, bahkan kecewa kepada Allah maka dapat dipastikan Anda akan menderita," lanjut pendakwah yang baru ditunjuk sebagai komisari independen perusahaan induk fesyen muslimElzatta dan Dauky itu.