LANGIT7.ID - , Jakarta -
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memperingatkan umatnya akan bahaya sifat tamak atau rakus. Sebab, sifat ini dapat memberi dampak buruk, baik bagi diri sendiri atau orang lain.
Menurut Abdullah Gymnasstiar atau
Aa Gym orang yang
tamak akan berkembang biak menjadi berbagai perilaku yang hina.
Baca juga: Tanpa Jiwa Qanaah, Aa Gym: Hati Tak Pernah BahagiaDari Abu Bakar Al-Warraq Alhakiem berkata, "Seandainya sikap tamak itu dapat ditanya-tanya. Jika tamak ditanya, siapakah ayah kamu? Tamak menjawab, ragu terhadap
takdir Allah."
"Jadi orang itu menjadi tamak karena kurang iman. Dia ragu bahwa Allah yang memiliki segalanya dan sangat tahu keperluan kita," ujar Aa gym dalam Kajian Pagi yang diikuti Langit7 secara daring, Selasa (25/10/2022).
Dia melanjutkan, selama hidup kita dicukupi oleh Allah, walaupun sedikit rezekinya sebetulnya di sana ada kecukupan. Namun, penerimaan setiap orang akan rezeki yang diberikan Allah SWT berbeda. Ada yang bahagia, tapi ada juga yang menderita.
"Ketika Anda puas dengan yang Allah berikan dan mensyukuri maka Anda akan bahagia. Namun jika sibuk memikirkan yang tidak ada sehingga tidak puas, bahkan kecewa kepada Allah maka dapat dipastikan Anda akan menderita," lanjut pendakwah yang baru ditunjuk sebagai komisari independen perusahaan induk
fesyen muslim Elzatta dan Dauky itu.
Baca juga: Aa Gym: Muslim Wajib Memupuk Sifat Wara' untuk Kukuhkan Agama"Dengan gaji yang sama, keperluan yang sama tetapi hidupnya beda. Jadi ada orang yang miskin menderita dan miskin tidak menderita," lanjutnya.
Sementara mengenai rezeki, Aa Gym mengatakan datangnya tidak selalu sesuai dengan
ikhtiar. Menurutnya ada yang ikhtiarhya biasa saja, namun
rezeki yang datang banyak. Sebaliknya, ada yang berikhtiar habis-habisan tetapi rezekinya hanya segitu-gitu saja.
"Jadi, judul rezeki ini adalah terserah Allah membagikannya. Karena rezeki dalam bentuk duniawi ini tidak ada harganya bagi Allah," ucapnya.
Allah memberikan rezeki sesukanya, tetapi bagi orang yang beriman itu adalah rezeki yang dipilihkan untuknya. Meski demikian, perlu diingat tidak semua orang beriman siap diberikan rezeki besar yang akan menghancurkan dirinya.
"Dunia ini milik Allah sepenuhnya. Allah membagikan sesukaNya. Makanya jangan kagum dengan orang yang diberikan harta, gelar, pangkat, popularitas, penampilan dan lainnya, karena itu tidak ada apa-apanya bagi Allah," ucap Aa Gym.
Baca juga: Stres Mikir Masa Depan, Aa Gym: Cara Atasinya Sederhana"Yang ada apa-apanya adalah, ketika orang ini bertemu dengan rezekinya namun ia tetap bertakwa, itu yang mengagumkan," pungkas dia.
(est)