home global news

Obat Sirop Mengandung EG dan DEG, YLKI: Bukti Kontrol BPOM Tidak Efektif

Selasa, 25 Oktober 2022 - 11:00 WIB
Ilustrasi obat sirop. Foto: LANGIT7/iStock
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kontrol Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) terhadap izin edar suatu produk tidak efektif. Sebab, masih banyak ditemukan kadar etilen glikol(EG) dan dietilen glikol (DEG) berlebih pada sejumlah obat sirop untun anak.

Diketahui, EG dan DEG diduga menjadi penyebab utama meningkatnya kasusgangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak Indonesia. Oleh karena itu, YLKI mendesak berbagai pihak untuk mengusut tuntas kasus dari hulu hingga hilir.

Baca juga: BPOM Bakal Pidana Dua Industri Farmasi Diduga Penyebab AKI

“Dari pasokan bahan baku obat, proses produksi, hinggapemasaran. Kasus masif ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan (regular inspection) pada aspek pre market dan post market control Badan POM tidak efektif,” tulis keterangan YLKI melakui akun Twitter resminya, @YLKI_ID, dikutip pada Selasa (25/10/2022).

YLKI memintaPresiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja BPOM dan pihak terkait lainnya untuk menangani kasus penyakit misterius ini.

“Juga pengawasan oleh produsen dalam proses produksinya, sebab proses pembuatan obat mustinya mengacu pada aspek CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Terjadinya cemaran itu juga membuktikan bahwa quality control di internal manajemen produsen obat tidak dilakukan,” cuit YLKI.

Dalam hal ini, YLKI menegaskan, proses pengusutan harus dilakukan tim independen agar terungkap pihak yang wajib bertanggung jawab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
obat sirop bpom ylki gangguan ginjal gagal ginjal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya