Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 08:58 WIB
Moh Mualliful Ilmi, wisudawan doktor termuda Institut Teknologi Bandung. Foto: Istimewa.
Wisudawan doktor termudaInstitut Teknologi Bandung Moh. Mu'alliful Ilmi meyakini rasa keingintahuan atau curiosity merupakan ruh ilmu pengetahuan. Dalam menyelesaikan studi doktoralnya di Program Studi Kimia, di usia 26 tahun, Ilmi berpegang teguh pada prinsip tersebut.
Menurutnya rasa ingin tahu dan haus akan ilmu membuatnya terbuka dengan pengetahuan multidisiplin. Dia pun mengaku terus mengikuti dinamisasi penelitian yang sejalan dengan topik penelitiannya.
Baca juga: Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant
Di samping itu, pemaknaan akan hakikat ilmu pengetahuan juga merupakan esensi dari proses belajar.
Menurut Ilmi, yang berhasil mempublikasikan paper reviewnya di Journal Archaelogical and Anthropological Sciences ini, saat menjalani proses belajar perlahan akan menemukan relevansi ilmu dalam kehidupan.
“Jangan terlalu memikirkan belajar buat apa, kenapa sih kita belajar ini. Kita jalani dulu, nanti sambil berjalan kita akan menemukan sendiri kegunaan dari ilmu yang kita pelajari,” ungkap Ilmi seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (28/10/2022).
Dia mengakui, selama menjalani studi doktoral dirinya dituntut membagi waktu antara akademik dan keluarga. Namun, ada tips yang membuatnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.
Menurutnya rasa ingin tahu dan haus akan ilmu membuatnya terbuka dengan pengetahuan multidisiplin. Dia pun mengaku terus mengikuti dinamisasi penelitian yang sejalan dengan topik penelitiannya.
Baca juga: Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant
Di samping itu, pemaknaan akan hakikat ilmu pengetahuan juga merupakan esensi dari proses belajar.
Menurut Ilmi, yang berhasil mempublikasikan paper reviewnya di Journal Archaelogical and Anthropological Sciences ini, saat menjalani proses belajar perlahan akan menemukan relevansi ilmu dalam kehidupan.
“Jangan terlalu memikirkan belajar buat apa, kenapa sih kita belajar ini. Kita jalani dulu, nanti sambil berjalan kita akan menemukan sendiri kegunaan dari ilmu yang kita pelajari,” ungkap Ilmi seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (28/10/2022).
Dia mengakui, selama menjalani studi doktoral dirinya dituntut membagi waktu antara akademik dan keluarga. Namun, ada tips yang membuatnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.