Grand Syaikh Azhar: Khilafah Ajaran Islam, Bentuk Negara Sesuai Perkembangan Zaman
Muhajirin
Selasa, 01 November 2022 - 13:24 WIB
Grand Syaikh Al-Azhar, Syekh Ahmad Thayyib (foto: istimewa)
Khilafah kerap kali menjadi pembahasan yang kontroversial. Isu khilafah sering dibenturkan dengan konsep negara modern. Bahkan tak jarang khilafah dianggap merongrong negara bangsa yang telah eksis.
Menurut Grand Syaikh Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Thayyib, khilafah dalam arti pemerintahan tidak diabaikan oleh Islam. Namun bentuk khilafah di masa kini tak mesti sama dengan kekhalifahan di masa lalu.
Menurut Syekh Ahmad Thayyib, Islam memiliki aturan jelas mengenai pemerintahan. Islam mempersilahkan manusia menentukan pilihan yang sesuai dengan kehidupan mereka. Namun, Islam memberikan kaidah universal atau kerangka besar bersifat akhlak. Seperti menerima sistem yang mewujudkan kesetaraan manusia.
“Khilafah bagian dari Islam,” kata Syekh Ahmad Thayyib dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Mesir yang diterjemahkan Sanad Media, dikutip Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Namun, dia menjelaskan, dunia terus mengalami perkembangan. Sistem khilafah yang hanya satu bentuk tidak digunakan lagi untuk menjawab perkembangan zaman. Maka itu, Islam meletakkan pemahaman-pemahaman secara umum. Setelah itu, Islam membiarkan umatIslam memilih sistem yang sesuai dengan mereka dan sesuai dengan era kehidupan mereka.
“Maka ketika seperti itu, tidak bisa saya katakan bahwa tidak ada politik dalam agama, dan tidak ada agama dalam politik. Ada politik agama, artinya ketika kita memahami politik dengan pemaknaan kekinian,” ucap Syekh Ahmad Thayyib.
Menurut Grand Syaikh Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Thayyib, khilafah dalam arti pemerintahan tidak diabaikan oleh Islam. Namun bentuk khilafah di masa kini tak mesti sama dengan kekhalifahan di masa lalu.
Menurut Syekh Ahmad Thayyib, Islam memiliki aturan jelas mengenai pemerintahan. Islam mempersilahkan manusia menentukan pilihan yang sesuai dengan kehidupan mereka. Namun, Islam memberikan kaidah universal atau kerangka besar bersifat akhlak. Seperti menerima sistem yang mewujudkan kesetaraan manusia.
“Khilafah bagian dari Islam,” kata Syekh Ahmad Thayyib dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Mesir yang diterjemahkan Sanad Media, dikutip Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Namun, dia menjelaskan, dunia terus mengalami perkembangan. Sistem khilafah yang hanya satu bentuk tidak digunakan lagi untuk menjawab perkembangan zaman. Maka itu, Islam meletakkan pemahaman-pemahaman secara umum. Setelah itu, Islam membiarkan umatIslam memilih sistem yang sesuai dengan mereka dan sesuai dengan era kehidupan mereka.
“Maka ketika seperti itu, tidak bisa saya katakan bahwa tidak ada politik dalam agama, dan tidak ada agama dalam politik. Ada politik agama, artinya ketika kita memahami politik dengan pemaknaan kekinian,” ucap Syekh Ahmad Thayyib.