Kemenag: Penentuan Waktu Salat Melalui Pertimbangan Fiqih dan Sains
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 02 November 2022 - 13:27 WIB
Ilustrasi adzan sebagai penentu waktu salat. Foto: LANGIT7/iStock
Dalam menentukan awal waktu salat, Kementerian Agama menggunakan ilmu falak. Hal tersebut disampaikan Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah Kemenag RI, Ismail Fahmi.
Ismail Fahmi menjelaskan, penentuan tersebut menggunakan rumus kontemporer dengan basis data terbaru dengan acuan pergerakan matahari.
Baca juga: Masjid di El Corps Building, Pengingat Waktu Shalat untuk Pekerja
"Sudah kita lakukan di Kemenag. Kita kumpulkan ahlinya lalu rumus itu kita masukkan ke dalam aplikasi maka muncullah yang menjadi acuan di Kemenag itu dalam bentuk web yang bisa nanti didownload oleh masyarakat. Tulis aja Jadwal Shalat Bimas Islam," terangnya dalam webinar bertajuk Waktu Shalat Salah? Rabu (2/11/2022).
Kemudian, Ismail menjelaskan waktu salat yang sudah ditentukan dengan pertimbangan sains dan fiqih.
Waktu Dzuhur, kata Ismail, sangat akurat karena mempertimbangkan meridian dan miring matahari. Sehingga dapat dipastikan bahwa yang menjadi dasar di dalam perhitungan waktu Dzuhur yaitu saat Rasulullah salat ketika matahari sudah condong.
"Kalau mudahnya itu ketika di atas kepala kita matahari sudah bergeser ke arah barat insya Allah sesuai. Dulu juga sudah kita jawab untuk penelitian waktu Dzuhur tinggal melihat bayangan yang ada. Kita berharap di saat pengukuran itu sebetulnya masyarakat harus menggunakan instrumen secara benar jangan mengukur main asal saja," katanya.
Ismail Fahmi menjelaskan, penentuan tersebut menggunakan rumus kontemporer dengan basis data terbaru dengan acuan pergerakan matahari.
Baca juga: Masjid di El Corps Building, Pengingat Waktu Shalat untuk Pekerja
"Sudah kita lakukan di Kemenag. Kita kumpulkan ahlinya lalu rumus itu kita masukkan ke dalam aplikasi maka muncullah yang menjadi acuan di Kemenag itu dalam bentuk web yang bisa nanti didownload oleh masyarakat. Tulis aja Jadwal Shalat Bimas Islam," terangnya dalam webinar bertajuk Waktu Shalat Salah? Rabu (2/11/2022).
Kemudian, Ismail menjelaskan waktu salat yang sudah ditentukan dengan pertimbangan sains dan fiqih.
Waktu Dzuhur, kata Ismail, sangat akurat karena mempertimbangkan meridian dan miring matahari. Sehingga dapat dipastikan bahwa yang menjadi dasar di dalam perhitungan waktu Dzuhur yaitu saat Rasulullah salat ketika matahari sudah condong.
"Kalau mudahnya itu ketika di atas kepala kita matahari sudah bergeser ke arah barat insya Allah sesuai. Dulu juga sudah kita jawab untuk penelitian waktu Dzuhur tinggal melihat bayangan yang ada. Kita berharap di saat pengukuran itu sebetulnya masyarakat harus menggunakan instrumen secara benar jangan mengukur main asal saja," katanya.