Ini Kelebihan Orang yang Rajin Ibadah Puasa Sunnah Senin-Kamis
Muhajirin
Rabu, 18 Agustus 2021 - 19:20 WIB
Ilustrasi seorang muslimah gemar bersedekah. Foto: Langit7.id/iStock
Pendiri Quantum Akhyar Institute Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, keutamaan orang yang sering Puasa Senin-Kamis. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah pernah ditanya alasan gemar melaksanakan puasa tersebut.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga:Sejarah dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Lakukan Besok serta Lusa
UAH mengatakan, bukan karena puasanya,melainkan orang yang berpuasa Senin-Kamis akan memiliki dua keistimewaan. Pertama, meningkatkan amal shaleh dan sudah banyak yang membuktikan. Orang yang berpuasa pasti memiliki motivasi atau dorongan dari dalam diri untuk memperbanyak amal shaleh.
"Tak merasa cukup dengan shalat fardhu saja, maka ditambah dengan sunnah. Kalau tidak shalat sunnah bisa gelisah. Tiba-tiba rajin baca Qur’an. Tiba-tiba ingin infak. Tiba-tiba meningkat amal sholehnya," kata UAH melalui kanal Adi Hidayat Official, dikutip Rabu (17/8/2021).
Kedua, orang yang berpuasa memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk menahan maksiat. Menurutnya, tidak ada orang puasa maksiat karena minimal takut batal puasanya.
Baca Juga:Inilah Hikmah dari Larangan Mencabut Rambut Beruban
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga:Sejarah dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Lakukan Besok serta Lusa
UAH mengatakan, bukan karena puasanya,melainkan orang yang berpuasa Senin-Kamis akan memiliki dua keistimewaan. Pertama, meningkatkan amal shaleh dan sudah banyak yang membuktikan. Orang yang berpuasa pasti memiliki motivasi atau dorongan dari dalam diri untuk memperbanyak amal shaleh.
"Tak merasa cukup dengan shalat fardhu saja, maka ditambah dengan sunnah. Kalau tidak shalat sunnah bisa gelisah. Tiba-tiba rajin baca Qur’an. Tiba-tiba ingin infak. Tiba-tiba meningkat amal sholehnya," kata UAH melalui kanal Adi Hidayat Official, dikutip Rabu (17/8/2021).
Kedua, orang yang berpuasa memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk menahan maksiat. Menurutnya, tidak ada orang puasa maksiat karena minimal takut batal puasanya.
Baca Juga:Inilah Hikmah dari Larangan Mencabut Rambut Beruban