Pererat Silaturahmi, Cara Merawat Kemajemukan Indonesia di Era Globalisasi
Muhajirin
Sabtu, 05 November 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi kemajemukan Indonesia (foto: lintasjari.com)
Cendekiawan, Yudi Latif, menilai silaturahmi menjadi syarat menciptakan kerukunan di tengah kemajemukan dan keragaman di Indonesia. Terlebih kebutuhan dalam merawat kemajemukan itu semakin mendesak akibat dampak globalisasi.
Menurut dia, globalisasi membawa dua dampak besar terhadap kemajemukan di Indonesia. Pertama, take away atau menarik ke atas, yakni menarik eksistensi negara bangsa untuk dimigrasikan ke pusat-pusat pengaruh internasional.
Dulu, Indonesia menjadi pusat perjumpaan budaya dan peradaban di Indonesia, karena memang memiliki kondisi geografis yang sangat strategis. Namun, sekarang masyarakat Indonesia kian terbuka dan menerima budaya-budaya dari luar.
Baca Juga: Yudi Latif Ungkap Faktor Penentu Kebangkitan dan Kejatuhan Suatu Bangsa
“Kita lihat budaya Korea Selatan marak di Indonesia. Sekarang demam Kpop dan drakor itu luar biasa,” kata Yudi Latif dalam Kuliah Umum Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/11/2022).
Menurut dia, globalisasi membawa dua dampak besar terhadap kemajemukan di Indonesia. Pertama, take away atau menarik ke atas, yakni menarik eksistensi negara bangsa untuk dimigrasikan ke pusat-pusat pengaruh internasional.
Dulu, Indonesia menjadi pusat perjumpaan budaya dan peradaban di Indonesia, karena memang memiliki kondisi geografis yang sangat strategis. Namun, sekarang masyarakat Indonesia kian terbuka dan menerima budaya-budaya dari luar.
Baca Juga: Yudi Latif Ungkap Faktor Penentu Kebangkitan dan Kejatuhan Suatu Bangsa
“Kita lihat budaya Korea Selatan marak di Indonesia. Sekarang demam Kpop dan drakor itu luar biasa,” kata Yudi Latif dalam Kuliah Umum Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/11/2022).