Ma'ruf Amin: Mahasiswa Harus Mampu Menguatkan Dakwah Islam Wasathiyah
Hasanah syakim
Ahad, 06 November 2022 - 19:00 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin (foto: istimewa)
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meminta mahasiswa Indonesia untuk lebih berkontribusi, dan berkiprah di berbagai bidang. Terutama menguatkan dakwah Islam wasathiyah (moderat) yang selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Ma'ruf Amin, mahasiwa dapat berkontribusi dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai hal utama, sehingga dapat lulus tepat waktu, kemudian bisa berkiprah di berbagai bidang.
“Bagaimana mahasiswa harus bisa mengembangkan Islam wasathiyah. Saya minta coba membuat semacam tulisan, menurut mahasiswa dengan referensi yang banyak tentang Islam wasathiyah dan juga tentang bagaimana Indonesia menerapkan Islam wasathiyah,” kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya Ahad (6/11/2022).
Baca juga:Santri Diminta Lebih Melek Teknologi di Era Digital
Ma'ruf Amin juga menyampaikan terkait kunci atau cara menjalankan ajaran Islam wasathiyah, yaitu dengan memiliki rasa kepedulian serta tidak berlebihan dalam beragama.
“Dalam beragama itu tidak boleh abai (tafrid), yakni tidak punya kepedulian terhadap masalah agama, masalah dakwah, tidak peduli. Itu tafrid. Tapi tidak juga ifrad, yakni berlebihan sampai memaksa orang, memaki orang, dakwahnya itu sampai berlebihan,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut sebagaimana dicontohkan para ulama di masa lalu, yang mampu membawa Islam masuk ke Indonesia dengan damai dan tidak ada kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran sehingga mudah diterima berbagai kalangan.
Menurut Ma'ruf Amin, mahasiwa dapat berkontribusi dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai hal utama, sehingga dapat lulus tepat waktu, kemudian bisa berkiprah di berbagai bidang.
“Bagaimana mahasiswa harus bisa mengembangkan Islam wasathiyah. Saya minta coba membuat semacam tulisan, menurut mahasiswa dengan referensi yang banyak tentang Islam wasathiyah dan juga tentang bagaimana Indonesia menerapkan Islam wasathiyah,” kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya Ahad (6/11/2022).
Baca juga:Santri Diminta Lebih Melek Teknologi di Era Digital
Ma'ruf Amin juga menyampaikan terkait kunci atau cara menjalankan ajaran Islam wasathiyah, yaitu dengan memiliki rasa kepedulian serta tidak berlebihan dalam beragama.
“Dalam beragama itu tidak boleh abai (tafrid), yakni tidak punya kepedulian terhadap masalah agama, masalah dakwah, tidak peduli. Itu tafrid. Tapi tidak juga ifrad, yakni berlebihan sampai memaksa orang, memaki orang, dakwahnya itu sampai berlebihan,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut sebagaimana dicontohkan para ulama di masa lalu, yang mampu membawa Islam masuk ke Indonesia dengan damai dan tidak ada kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran sehingga mudah diterima berbagai kalangan.