Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 09 November 2022 - 10:30 WIB
Mengenal Praktik Zuhud dalam Islam, Kunci Sederhana Bahagia. (Foto: Istimewa).
Islam mengajarkan praktik zuhud atau tidak berlebihan dengan dunia. Hal inilah yang menjadi kunci sederhana dalam upaya mencari kebahagiaan hidup.
Motivator Muslim Indonesia, Kiki F Wijaya menyampaikan, kunci kebahagiaan hanya satu yakni sederhana. Caranya dengan tidak mencintai dunia.
"Ini yang sebenarnya menjadi rahasia hidup bahagia sekaligus salah satu dari cara untuk kita meniti jalan suluk, yakni jalan memperbaiki diri kita untuk mendekatkan kepada Allah, nah salah satu stasiunnya adalah namanya zuhud," ujar Kiki dalam kajian bertajuk Sederhana Agar Bahagia, Selasa (8/11/2022).
Baca Juga: Perilaku Nabi, KH Cholil Nafis: Beliau Orang Kaya yang Zuhud
Menurut Kiki, dahulu awal-awal perkembang Islam zuhud memang diwujudkan dalam bentuk pakaian yang ekstrim dengan pakaian compang-camping, tidak terurus, tidak mandi, pakaian kumal dan lainnya.
Namun, belakangan ini para ulama tasawuf lebih berpandangan moderat. Mereka sudah berfikir bahwa tidak harus mendekatkan diri kepada Allah dengan cara seperti demikian.
"Sebab, alih-alih mendatangkan ketertarikan orang terhadap Islam, malah cara semacam itu justru membuat orang semakin jauh dari Islam itu sendiri. Maka itu, zuhud lebih tepat dimaknai demikian, yakni berada di dunia namun kemudian tidak terikat oleh dunia," katanya.
Motivator Muslim Indonesia, Kiki F Wijaya menyampaikan, kunci kebahagiaan hanya satu yakni sederhana. Caranya dengan tidak mencintai dunia.
"Ini yang sebenarnya menjadi rahasia hidup bahagia sekaligus salah satu dari cara untuk kita meniti jalan suluk, yakni jalan memperbaiki diri kita untuk mendekatkan kepada Allah, nah salah satu stasiunnya adalah namanya zuhud," ujar Kiki dalam kajian bertajuk Sederhana Agar Bahagia, Selasa (8/11/2022).
Baca Juga: Perilaku Nabi, KH Cholil Nafis: Beliau Orang Kaya yang Zuhud
Menurut Kiki, dahulu awal-awal perkembang Islam zuhud memang diwujudkan dalam bentuk pakaian yang ekstrim dengan pakaian compang-camping, tidak terurus, tidak mandi, pakaian kumal dan lainnya.
Namun, belakangan ini para ulama tasawuf lebih berpandangan moderat. Mereka sudah berfikir bahwa tidak harus mendekatkan diri kepada Allah dengan cara seperti demikian.
"Sebab, alih-alih mendatangkan ketertarikan orang terhadap Islam, malah cara semacam itu justru membuat orang semakin jauh dari Islam itu sendiri. Maka itu, zuhud lebih tepat dimaknai demikian, yakni berada di dunia namun kemudian tidak terikat oleh dunia," katanya.