Adakah Penjelasan Salat 5 Waktu dalam Al-Qur'an?
Andi Muhammad
Rabu, 16 November 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Sebagian masyarakat berpemahaman bahwa waktu-waktu salat tidak diterangkan dalam Al-Qur'an, benarkah demikian? Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar mengatakan, pembahasan tentang salat lima waktu telah tertuang dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam surat Al-Isra ayat 78:
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Berdasarkan tafsir Imam Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ustaz Amin menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengerjakan salat fardu dalam waktunya masing-masing.
"Imam Ibnu Katsir kemudian mencantumkan penjelasan dari beberapa ulama yang menegaskan bahwa ayat ini membicarakan lima waktu," kata Ustaz Amin dikutip di kanal Sigabah Channel, Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih
Sementara, berdasarkan pendapat Imam Ibnu Abbas, Ustaz Amin pun menjelaskan terkait redaksi لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ (lidulụkisy-syamsi) yang bermakna 'waktu tergelincir' menunjukan bahwa itu merupakan waktu Dzuhur.
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Berdasarkan tafsir Imam Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ustaz Amin menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengerjakan salat fardu dalam waktunya masing-masing.
"Imam Ibnu Katsir kemudian mencantumkan penjelasan dari beberapa ulama yang menegaskan bahwa ayat ini membicarakan lima waktu," kata Ustaz Amin dikutip di kanal Sigabah Channel, Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih
Sementara, berdasarkan pendapat Imam Ibnu Abbas, Ustaz Amin pun menjelaskan terkait redaksi لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ (lidulụkisy-syamsi) yang bermakna 'waktu tergelincir' menunjukan bahwa itu merupakan waktu Dzuhur.