home sports

Isu LGBT di Piala Dunia 2022, Xhaka Pilih Hormati Aturan

Jum'at, 25 November 2022 - 23:20 WIB
Petugas sedang menyiram rumput lapangan Ahemd bin Ali Stadium sebelum pertandingan Wales vs Iran. (Foto: Twitter)
Timnas Swiss mendukung penuh aturan di Qatar yang melarang kampanye LGBT selama ajang Piala Dunia 2022. Kapten Swiss, Granit Xhaka mengatakan timnya tidak akan meniru apa yang dilakukan Timnas Jerman.

Swiss termasuk salah satu dari tujuh tim Eropa yang awalnya berencana mengenakan ban lengan pelangi untuk mendukung hak LGBT sepanjang turnamen di Qatar. Namun, homoseksualitas adalah ilegal, dan Xhaka menghormati aturan tersebut.

"Kita harus menghormati aturan dan berkonsentrasi saja pada sepak bola. Hanya itu yang ingin saya lakukan," kata Xhaka sebelum pertandingan melawan Kamerun.

Baca Juga:Laga Wales vs Iran Bakal Diwarnai Penggunaan Atribut LGBT

Seorang perwakilan dari federasi sepak bola Swiss sebelumnya mengatakan Xhaka juga mungkin akan mengenakan ban lengan pelangi. Tetapi, dalam laga kontra Kamerun, Xhaka justru mengenakan ban kapten yang telah disediakan FIFA dengan pesan 'anti-rasis', yang notabene lebih universal.

"Kami di sini untuk bermain sepak bola dan tidak ingin mengajari siapa pun," ujarnya seperti dikutip dari About Islam, Jumat (25/11/2022).

Sebelumnya, Timnas Jerman mengenakan ban kapten 'One Love' di laga Grup E melawan Jepang. Sebelum tanding, skuad Der Panzer berbaris untuk foto tim sambil menutup mulut yang merupakan kritik atas kebijakan Qatar dan FIFA.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
timnas swiss qatar lgbt piala dunia 2022
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya