Mengapa Negara Barat Ngotot Promosikan LGBT di Piala Dunia Qatar?
Muhajirin
Senin, 28 November 2022 - 08:37 WIB
Aksi tutup mulut Timnas Jerman sebelum pertandingan melawan Jepang pada Rabu (23/11/2022) sebagai bentuk protes karena merasa dibungkam tak boleh promosikan LGBT (foto: Alamy)
Piala Dunia 2022 di Qatar diwarnai kritik dari negara-negara Barat pro Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Qatar yang merupakan negara muslim, sebagai tuan rumah melarang adanya simbol-simbol LGBT untuk menghargai agama dan budaya setempat.
Sejumlah kontestan Piala Dunia 2022 seperti Inggris, Jerman, Belgia, Wales, Denmark, dan Swiss memberikan sinyal akan menggunakan ban kapten One Love bercorak pelangi yang merupakan simbol LGBT. Namun, FIFA merespons itu dengan mengancam hukuman kartu kuning dan denda.
Meski dilarang, sejumlah suporter hingga pejabat negara nekat menggunakan simbol pelangi di luar lapangan. Tak mau menyerah, negara-negara Barat pun melobi FIFA agar diizinkan menggunakan ban kapten pelangi. Di lapangan, timnas Jerman sempat melakukan aksi tutup mulut sebelum pertandingan sebagai bentuk protes merasa hak mempromosikan LGBT dibungkam.
Bahkan beberapa negara seperti Inggris, Denmark, dan Jerman mengancam akan meninggalkan FIFA karena melarang kampanye LGBT pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Baca Juga: Hugo Lloris Tolak Kenakan Ban Kapten Pelangi untuk Hormati Qatar Soal LGBT
Sejumlah kontestan Piala Dunia 2022 seperti Inggris, Jerman, Belgia, Wales, Denmark, dan Swiss memberikan sinyal akan menggunakan ban kapten One Love bercorak pelangi yang merupakan simbol LGBT. Namun, FIFA merespons itu dengan mengancam hukuman kartu kuning dan denda.
Meski dilarang, sejumlah suporter hingga pejabat negara nekat menggunakan simbol pelangi di luar lapangan. Tak mau menyerah, negara-negara Barat pun melobi FIFA agar diizinkan menggunakan ban kapten pelangi. Di lapangan, timnas Jerman sempat melakukan aksi tutup mulut sebelum pertandingan sebagai bentuk protes merasa hak mempromosikan LGBT dibungkam.
Bahkan beberapa negara seperti Inggris, Denmark, dan Jerman mengancam akan meninggalkan FIFA karena melarang kampanye LGBT pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Baca Juga: Hugo Lloris Tolak Kenakan Ban Kapten Pelangi untuk Hormati Qatar Soal LGBT