MUI Sebut Tujuan Dakwah untuk Membangun Bukan Merusak
Mahmuda attar hussein
Selasa, 29 November 2022 - 16:15 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Istimewa).
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Marsudi Syuhud, mengingatkan bahwa tujuan dakwah sesungguhnya untuk membangun, bukan merusak.
Dia mengatakan, segala kekurangan dalam kegiatan dakwah menjadi tugas bersama untuk diperbaiki, sehingga belum sempurnanya dakwah tidak menjadi alasan merusak hal lainnya.
"Kalau ada yang belum sempurna dan belum sesuai dengan apa yang kita kehendaki, maka kita perbaiki, jangan dirusak," jelas Kiai Marsudi dikutip laman MUI, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga: Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk Dakwah
Artinya, lanjut dia, sekalipun ada banyak materi dakwah yang bisa disampaikan, tapi tetap saja harus disesuaikan dengan keadaan.
"Banyak materi dakwah yang bisa kita utarakan kepada masyarakat, tetap saja harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negara," katanya.
Sementara Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menambahkan, pesan dakwah haruslah yang bisa merangkul seluruh kalangan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan, di kalangan muslim.
Dia mengatakan, segala kekurangan dalam kegiatan dakwah menjadi tugas bersama untuk diperbaiki, sehingga belum sempurnanya dakwah tidak menjadi alasan merusak hal lainnya.
"Kalau ada yang belum sempurna dan belum sesuai dengan apa yang kita kehendaki, maka kita perbaiki, jangan dirusak," jelas Kiai Marsudi dikutip laman MUI, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga: Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk Dakwah
Artinya, lanjut dia, sekalipun ada banyak materi dakwah yang bisa disampaikan, tapi tetap saja harus disesuaikan dengan keadaan.
"Banyak materi dakwah yang bisa kita utarakan kepada masyarakat, tetap saja harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negara," katanya.
Sementara Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menambahkan, pesan dakwah haruslah yang bisa merangkul seluruh kalangan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan, di kalangan muslim.