LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum
Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Marsudi Syuhud, mengingatkan bahwa tujuan
dakwah sesungguhnya untuk membangun, bukan merusak.
Dia mengatakan, segala kekurangan dalam kegiatan dakwah menjadi tugas bersama untuk diperbaiki, sehingga belum sempurnanya dakwah tidak menjadi alasan merusak hal lainnya.
"Kalau ada yang belum sempurna dan belum sesuai dengan apa yang kita kehendaki, maka kita perbaiki, jangan dirusak," jelas Kiai Marsudi dikutip laman
MUI, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga: Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk DakwahArtinya, lanjut dia, sekalipun ada banyak materi dakwah yang bisa disampaikan, tapi tetap saja harus disesuaikan dengan keadaan.
"Banyak materi dakwah yang bisa kita utarakan kepada masyarakat, tetap saja harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negara," katanya.
Sementara Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menambahkan, pesan dakwah haruslah yang bisa merangkul seluruh kalangan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan, di kalangan muslim.
"Karena itu, seorang dai harus memiliki wawasan luas agar dia bisa memberikan solusi terhadap problem yang dihadapi umat. Jadi bukan sekadar membahas surga dan neraka saja," katanya.
Untuk itu, MUI melangsungkan kegiatan Standardisasi Kompetensi Dai pada Senin (28/11/2022) kemarin. Tujuannya agar para bakal dai tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan.
Pasalnya, dai dengan konten yang kurang memadai berisiko membuat masyarakat kurang tercerahkan. Bahkan bisa memanas dan terjebak dalam persoalan hukum negara.
(bal)