Gus Yaqut: Politik Identitas Bahayakan Keutuhan Bangsa
Elvin andika
Selasa, 29 November 2022 - 23:07 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, meminta masyarakat Indonesia untuk mewaspadai penggunaan politik identitas bernuansa keagamaan yang kembali marak akhir-akhir ini. Politik identitas dengan memanfaatkan simbol-simbol agama rawan memecah-belah umat.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, politik identitas membahayakan keutuhan bangsa. Terlebih, saat ini memasuki tahun politik di mana banyak pihak yang memanfaatkan cara-cara tak seharusnya demi memuluskan ambisi.
"Bahkan ada yang licik dengan mengusung isu atau simbol keagamaan. Ini harus kita waspadai bersama karena sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa," kata Gus Yaqut dikutip dari laman NU Online, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga:Pesan Haedar Nashir: Jalankan Pesta Demokrasi dengan Cara Berkualitas
Gus Yaqut mengatakan, bangsa Indonesia dibangun di atas perjuangan berat para pendiri untuk menyatukan berbagai perbedaan, seperti agama, suku, ras, golongan, bahasa, dan lain sebagainya. Persatuan yang telah terbina kuat hingga saat ini sudah seharusnya terus dirawat dan dijaga karena Indonesia terbukti menjadi rumah bersama.
Menghadapi situasi ini, Gus Yaqut turut meminta para kader Ansor dan Banser tidak lengah. Pasalnya, para pengguna politik keagamaan sangat mungkin menyasar para kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk tujuan praktis.
"Saya instruksikan semua kader di mana pun berada untuk selalu satu komando dan satu barisan terhadap segala upaya memecah belah umat. Ini penting karena tensi politik ke depan bakal semakin meninggi sehingga perlu kecermatan," ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, politik identitas membahayakan keutuhan bangsa. Terlebih, saat ini memasuki tahun politik di mana banyak pihak yang memanfaatkan cara-cara tak seharusnya demi memuluskan ambisi.
"Bahkan ada yang licik dengan mengusung isu atau simbol keagamaan. Ini harus kita waspadai bersama karena sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa," kata Gus Yaqut dikutip dari laman NU Online, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga:Pesan Haedar Nashir: Jalankan Pesta Demokrasi dengan Cara Berkualitas
Gus Yaqut mengatakan, bangsa Indonesia dibangun di atas perjuangan berat para pendiri untuk menyatukan berbagai perbedaan, seperti agama, suku, ras, golongan, bahasa, dan lain sebagainya. Persatuan yang telah terbina kuat hingga saat ini sudah seharusnya terus dirawat dan dijaga karena Indonesia terbukti menjadi rumah bersama.
Menghadapi situasi ini, Gus Yaqut turut meminta para kader Ansor dan Banser tidak lengah. Pasalnya, para pengguna politik keagamaan sangat mungkin menyasar para kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk tujuan praktis.
"Saya instruksikan semua kader di mana pun berada untuk selalu satu komando dan satu barisan terhadap segala upaya memecah belah umat. Ini penting karena tensi politik ke depan bakal semakin meninggi sehingga perlu kecermatan," ujarnya.