LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor,
Yaqut Cholil Qoumas, meminta masyarakat Indonesia untuk mewaspadai penggunaan politik identitas bernuansa keagamaan yang kembali marak akhir-akhir ini. Politik identitas dengan memanfaatkan simbol-simbol agama rawan memecah-belah umat.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu,
politik identitas membahayakan keutuhan bangsa. Terlebih, saat ini memasuki tahun politik di mana banyak pihak yang memanfaatkan cara-cara tak seharusnya demi memuluskan ambisi.
"Bahkan ada yang licik dengan mengusung isu atau simbol keagamaan. Ini harus kita waspadai bersama karena sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa," kata Gus Yaqut dikutip dari laman NU Online, Selasa (29/11/2022).
Baca Juga: Pesan Haedar Nashir: Jalankan Pesta Demokrasi dengan Cara BerkualitasGus Yaqut mengatakan, bangsa Indonesia dibangun di atas perjuangan berat para pendiri untuk menyatukan berbagai perbedaan, seperti agama, suku, ras, golongan, bahasa, dan lain sebagainya. Persatuan yang telah terbina kuat hingga saat ini sudah seharusnya terus dirawat dan dijaga karena Indonesia terbukti menjadi rumah bersama.
Menghadapi situasi ini, Gus Yaqut turut meminta para kader Ansor dan Banser tidak lengah. Pasalnya, para pengguna politik keagamaan sangat mungkin menyasar para kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk tujuan praktis.
"Saya instruksikan semua kader di mana pun berada untuk selalu satu komando dan satu barisan terhadap segala upaya memecah belah umat. Ini penting karena tensi politik ke depan bakal semakin meninggi sehingga perlu kecermatan," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Capres dan Cawapres Tak Politisasi SARASelain itu, Gus Yaqut juga meminta para kader untuk terus mengencangkan pola koordinasi di semua level. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat perkembangan perpolitikan di Tanah Air ke depannya akan semakin dinamis.
"GP Ansor bertekad agenda politik lima tahunan seperti Pemilu dan Pilpres 2024 harus berjalan sesuai regulasi serta berlangsung aman, jujur, adil, dan menyenangkan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang mengajak para pelaku politik untuk menjunjung tinggi etika dengan mengedepankan kesantunan, penghormatan antarsesama, dan sebagainya," ucap Gus Yaqut.
Lebih lanjut, Gus Yaqut turut meminta kader Ansor dan Banser tidak ragu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pimpinan pusat. "Saat ini sudah ada upaya dari kelompok politik mengatasnamakan NU untuk memecah-belah soliditas Ansor dan Banser. Sebab itu, terus konsisten melakukan kaderisasi dan menata organisasi, serta memperkuat konsolidasi," tuturnya.
Baca Juga:
Apresiasi Sistem Pemilihan Muhammadiyah, Dahlan: Adopsi ke Politik Nasional
Haedar Nashir: Calon Presiden Harus Paham Sejarah Bangsa(gar)