Twitter Cabut Kebijakan Misinformasi Covid, Timbulkan Pro Kontra
Mahmuda attar hussein
Rabu, 30 November 2022 - 11:00 WIB
Twitter Cabut Kebijakan Misinformasi Covid. (Foto: Istimewa).
Keputusan Twitter mencabut kebijakan misinformasi soal Covid-19 di platformnya menimbulkan pro dan kontra di kalangan para ahli medis serta peneliti.
Ada rasa khawatir keputusan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius. Salah satunya dapat menghambat vaksinasi dan upaya lainnya dalam memerangi penyebaran virus.
Aktivis antivaksin dr Simone Gold mengatakan, kebijakan yang diterapkan Twitter sebelumnya terkait misinformasi Covid-19 merupakan upaya untuk membungkam pendapat banyak orang di seluruh dunia. Terutama bagi mereka yang mengkritisi narasi media seputar virus dan pilihan pengobatan.
Baca Juga: Wapres Imbau Masyarakat Lakukan Vaksinasi Covid-19 dan Booster
"Ini kemenangan untuk kebebasan berbicara dan kebebasan medis!” cuit dr Simone Gold, yang dianggap sebagai salah seroang penyebar misinformasi soal Covid-19, dilansir AP News, Rabu (30/11/2022).
Twitter diketahui tidak lagi menerapkan kebijakan misinformasi Covid-19 sejak pekan lalu. Hal itu tertulis dalam pemberitahuan di lamannya.
"Efektif 23 November 2022, Twitter tidak lagi menegakkan kebijakan informasi menyesatkan COVID-19." Bunyi keterangan pemberitahuan tersebut.
Ada rasa khawatir keputusan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius. Salah satunya dapat menghambat vaksinasi dan upaya lainnya dalam memerangi penyebaran virus.
Aktivis antivaksin dr Simone Gold mengatakan, kebijakan yang diterapkan Twitter sebelumnya terkait misinformasi Covid-19 merupakan upaya untuk membungkam pendapat banyak orang di seluruh dunia. Terutama bagi mereka yang mengkritisi narasi media seputar virus dan pilihan pengobatan.
Baca Juga: Wapres Imbau Masyarakat Lakukan Vaksinasi Covid-19 dan Booster
"Ini kemenangan untuk kebebasan berbicara dan kebebasan medis!” cuit dr Simone Gold, yang dianggap sebagai salah seroang penyebar misinformasi soal Covid-19, dilansir AP News, Rabu (30/11/2022).
Twitter diketahui tidak lagi menerapkan kebijakan misinformasi Covid-19 sejak pekan lalu. Hal itu tertulis dalam pemberitahuan di lamannya.
"Efektif 23 November 2022, Twitter tidak lagi menegakkan kebijakan informasi menyesatkan COVID-19." Bunyi keterangan pemberitahuan tersebut.