home edukasi & pesantren

Menolak Feminisme, Cara Umat Islam Cegah Penyebaran LGBT

Rabu, 30 November 2022 - 18:37 WIB
Bendera pelangi simbol LGBT dikibarkan dalam peringatan International Womens Day di Jakarta (foto: Langit7.id/Suandri Ansah)
Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) lahir dari ideologi feminisme yang berkembang diBarat. Sejarah panjang Barat menempatkan perempuan yang dianggap sebagai warga negara kelas dua memunculkan gerakan feminis untuk menentang heteroseksual (hubungan pria dan wanita) yang dianggap sebagai patriarki.

Kini, LGBT dianggap sebagai kebenaran yang harus disebarluaskan. Hal itu membuat kontestan Piala Dunia 2022 seperti Inggris, Jerman, Belgia, Wales, Denmark, dan Swis ngotot ingin mempromosikan LGBT dalam turnamen empat tahunan tersebut. Mereka mengkritik Qatar sebagai tuan rumah karena melarang simbol LGBT.



Baca Juga: Mengapa Negara Barat Ngotot Promosikan LGBT di Piala Dunia Qatar?



Mahasiswa Program Doktor Universitas Darussalam Gontor, Yongki Sutoyo, menjelaskan, LGBT sebenarnya merupakan proyek kebudayaan Barat secara lebih luas. LGBT juga menjadi program filsafat yang akan mengubah cara pandang orang terhadap seksualitas.

“Sebagai umat Islam seharusnya Pede untuk mengatakan bahwa feminisme, lesbianisme, tidak kompatibel dengan Islam. Apalagi kalau kita berbicara secara historisitas feminisme dan diskursus lesbianisme dan LGBT itu sendiri. Dia sangat eurosentris atau western-sentris,” kata Yongki kepada Langit7.id, Rabu (30/11/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
feminisme lgbt budaya barat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya