Gus Baha: Cinta Kiai Tak Cuma Sowan, Harus Dibuktikan dengan Mengaji
Muhajirin
Jum'at, 09 Desember 2022 - 16:21 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: NU Online)
Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, mengatakan, mencintai ulama atau kiai bukan diekspresikan dengan sering sowan atau berkunjung. Cinta itu bisa dibuktikan dengan banyak belajar dan menghadiri majelis ilmu kiai tersebut.
“Kalau cinta kiai, ya, ngaji saja. Cinta kiai, kok malah senang sowan. Itu namanya mengganggu,” kata Gus Baha dalam salah satu tausiahnya yang diunggah di kanal YouTube Santri Gayeng, dikutip Jumat (9/12/2022).
Menurut Gus Baha, sowan menjadi salah satu keanehan yang kerap ditemukan di tengah masyarakat. Banyak orang hanya suka sowan ke kiai saja, tapi malas datang ke majelis ilmu kiai tersebut.
“Orang Jawa memang aneh. Cinta orang alim itu artinya cinta ilmunya. Mestinya dengan mengaji saja itu cukup. Kadang tidak. Tidak suka ngaji, sukanya malah sowan. Minta barokah katanya. Dasar orang Jawa! repot,” ucap Gus Baha.
Baca Juga: Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya Yahya
“Kalau cinta kiai, ya, ngaji saja. Cinta kiai, kok malah senang sowan. Itu namanya mengganggu,” kata Gus Baha dalam salah satu tausiahnya yang diunggah di kanal YouTube Santri Gayeng, dikutip Jumat (9/12/2022).
Menurut Gus Baha, sowan menjadi salah satu keanehan yang kerap ditemukan di tengah masyarakat. Banyak orang hanya suka sowan ke kiai saja, tapi malas datang ke majelis ilmu kiai tersebut.
“Orang Jawa memang aneh. Cinta orang alim itu artinya cinta ilmunya. Mestinya dengan mengaji saja itu cukup. Kadang tidak. Tidak suka ngaji, sukanya malah sowan. Minta barokah katanya. Dasar orang Jawa! repot,” ucap Gus Baha.
Baca Juga: Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya Yahya