Meski Dibayangi Resesi, Investasi Properti Masih Menjanjikan
Redaksi
Sabtu, 10 Desember 2022 - 09:35 WIB
Ilustrasi apartemen di Jakarta. Foto: LANGIT7/iStock
Isu ekonomi global yang beredar belakangan ini membuat masyarakat khawatir akan kesehatan finansialnya. Masyarakat kini memfokuskan untuk meminimalisir pengeluaran serta memaksimalkan pemasukan.
Namun, bagi sebagian orang melihat momentum ini bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi, salah satunyaproperti.
Head of Agent Account Management Pinhome Panca Satria mengatakan tahun 2023 diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi beberapa sektor ekonomi. Namun, ia menilai investasi di bidang properti akan tetap menjanjikan.
Baca juga: 3 Daerah Favorit Pencarian Properti di Luar Ibukota Jakarta
Alasan ini didasari oleh properti sebagai kebutuhan pokok masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap properti akan tetap meningkat. Peningkatan kebutuhan terhadap hunian tiap tahunnya mempengaruhi pula pertumbuhan kapasitas backlog hunian.
“Walaupun dibayangi oleh isu ekonomi dan kondisi pasca pandemi saat ini, properti adalah instrumen investasi yang paling aman dan properti juga menjadi kebutuhan masyarakat. Backlog hunian saat ini mencapai 12 juta dan tentunya akan bertambah ditahun 2023 maka dari itu properti sebagai hunian tetap akan diburu para first time home buyer untuk dapat properti pertamanya atau investor dalam melakukan bisnis jual kembalinya,” terang Panca dalam webinar yang bertajuk, “Resolusi 2023: Nyicil Apartemen Seharga Kos-kosan, Kapan Lagi?”, dikutip Sabtu (10/12/2022).
Sebagai investasi yang aman di taahun 2023, banyak jenis properti yang berpotensi sebagai sumber passive income, salah satu yang tengah tren adalah apartemen.
Namun, bagi sebagian orang melihat momentum ini bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi, salah satunyaproperti.
Head of Agent Account Management Pinhome Panca Satria mengatakan tahun 2023 diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi beberapa sektor ekonomi. Namun, ia menilai investasi di bidang properti akan tetap menjanjikan.
Baca juga: 3 Daerah Favorit Pencarian Properti di Luar Ibukota Jakarta
Alasan ini didasari oleh properti sebagai kebutuhan pokok masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap properti akan tetap meningkat. Peningkatan kebutuhan terhadap hunian tiap tahunnya mempengaruhi pula pertumbuhan kapasitas backlog hunian.
“Walaupun dibayangi oleh isu ekonomi dan kondisi pasca pandemi saat ini, properti adalah instrumen investasi yang paling aman dan properti juga menjadi kebutuhan masyarakat. Backlog hunian saat ini mencapai 12 juta dan tentunya akan bertambah ditahun 2023 maka dari itu properti sebagai hunian tetap akan diburu para first time home buyer untuk dapat properti pertamanya atau investor dalam melakukan bisnis jual kembalinya,” terang Panca dalam webinar yang bertajuk, “Resolusi 2023: Nyicil Apartemen Seharga Kos-kosan, Kapan Lagi?”, dikutip Sabtu (10/12/2022).
Sebagai investasi yang aman di taahun 2023, banyak jenis properti yang berpotensi sebagai sumber passive income, salah satu yang tengah tren adalah apartemen.