Outlook 2023
Guru Besar ITS: Tak Sebatas Sekolah Formal, Keluarga Harus Jadi Satuan Pendidikan
Muhajirin
Senin, 12 Desember 2022 - 22:01 WIB
kata Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D (foto: its.ac.id)
Selama tahun 2022, regulasi dan praktikpendidikan nasional di Indonesia dinilai masih terlalu berorientasi pada pendidikan formal. Pemerintah disebut kurang menghargai dan memperkuat pendidikan keluarga dan masyarakat.
“Dengan adanya internet, peran sekolah akan berkurang, sehingga keluarga masyarakat perlu diperkuat untuk berperan dalam pendidikan. Peran guru juga akan berkurang atau berubah. Guru harus lebih terlibat dalam pendidikan berbasis masyarakat,” kata Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D saat dihubungi langit7.id, Senin (12/12/2022).
Selain sekolah, Daniel menyebut keluarga perlu diposisikan sebagai satuan pendidikan nasional. Bukan hanya sekolah, pesantren, atau lembaga pendidikan formal lain. Mestinya, kata dia, ada Bantuan Operasional Keluarga agar keluarga sanggup mendidik anak-anaknya.
Baca Juga: Antara Realitas dan Idealisme, Bagaimana Seharusnya Sekolah Mendidik Siswa?
Dalam hal ini, keluarga merupakan pilar utama pendidikan anak. Sementara, sekolah hanya bertindak sebagai ‘staf ahli’ yang membantu mengembangkan akademik anak. Pendidikan karakter tetap bertumpu pada keluarga. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam meramu pendidikan nasional.
“Dengan adanya internet, peran sekolah akan berkurang, sehingga keluarga masyarakat perlu diperkuat untuk berperan dalam pendidikan. Peran guru juga akan berkurang atau berubah. Guru harus lebih terlibat dalam pendidikan berbasis masyarakat,” kata Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D saat dihubungi langit7.id, Senin (12/12/2022).
Selain sekolah, Daniel menyebut keluarga perlu diposisikan sebagai satuan pendidikan nasional. Bukan hanya sekolah, pesantren, atau lembaga pendidikan formal lain. Mestinya, kata dia, ada Bantuan Operasional Keluarga agar keluarga sanggup mendidik anak-anaknya.
Baca Juga: Antara Realitas dan Idealisme, Bagaimana Seharusnya Sekolah Mendidik Siswa?
Dalam hal ini, keluarga merupakan pilar utama pendidikan anak. Sementara, sekolah hanya bertindak sebagai ‘staf ahli’ yang membantu mengembangkan akademik anak. Pendidikan karakter tetap bertumpu pada keluarga. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam meramu pendidikan nasional.