Outlook 2023
Pendidikan Islam Harus Mampu Jawab Tantangan Era Industri 4.0 dan Society 5.0
Muhajirin
Selasa, 20 Desember 2022 - 14:25 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Di era revolusi industri 4.0 dan memasuki era society 5.0, pendidikan Islam mendapatkan tantangan yang besar. Di era dimana segala hal serba praktis dan terdigitalisasi, orientasi pendidikan mengarah pada pragmatisme. Akibatnya pendidikan Islam dikhawatirkan hanya jadi angin lalu yang tidak dapat membentuk akhlak dan menjawab kebutuhan peserta didik.
Guru Besar Pendidikan Islam Universitas Negeri Malang ,Prof. Dr. Yusuf Hanafi, tenaga pendidik di lembaga pendidikan Islam tidak bisa lagi menyajikan kajian keagamaan secara dogmatis, tapi harus dengan cara multidisipliner, transdisipliner, dan interdisipliner.
“Pendidikan Islam harus berkontribusi di dalam pencapaian profil lulusan yang memiliki kecakapan hidup abad ke-21,” kata Prof Yusuf dalam webinar Pendidikan Agama Islam: Tantangan dan Respon Pendidikan Islam di Era Society 5.0 dikutip Selasa (20/12/2022).
Hal tersebut sesuai pernyataan Ali bin Abi Thalib dalam sebuah kalam hikmah, ‘Jangan didik anak-anakmu sebagaimana kalian dididik oleh bapak-bapak kalian, karena mereka akan hidup di zamannya, bukan pada zaman kalian’.
Baca Juga:Prof. Sutrisno: Pendidikan Islam Miliki Peran dalam Proses Perbaikan Indonesia
“Orang-orang tua dilahirkan pada era ‘kolonial’, dan anak-anak dilahirkan pada era milenial,” katanya.
Prof Yusuf menyebut ada banyak tantangan baru dengan munculnya fenomena-fenomena baru di era 4.0 dan society 5.0. Hal paling nampak adalah terjadinya revolusi digital. Teknologi yang dikembangkan saat ini semuanya hampir berbasis internet, sehingga muncul internet of things (IoT) dan big data.
Guru Besar Pendidikan Islam Universitas Negeri Malang ,Prof. Dr. Yusuf Hanafi, tenaga pendidik di lembaga pendidikan Islam tidak bisa lagi menyajikan kajian keagamaan secara dogmatis, tapi harus dengan cara multidisipliner, transdisipliner, dan interdisipliner.
“Pendidikan Islam harus berkontribusi di dalam pencapaian profil lulusan yang memiliki kecakapan hidup abad ke-21,” kata Prof Yusuf dalam webinar Pendidikan Agama Islam: Tantangan dan Respon Pendidikan Islam di Era Society 5.0 dikutip Selasa (20/12/2022).
Hal tersebut sesuai pernyataan Ali bin Abi Thalib dalam sebuah kalam hikmah, ‘Jangan didik anak-anakmu sebagaimana kalian dididik oleh bapak-bapak kalian, karena mereka akan hidup di zamannya, bukan pada zaman kalian’.
Baca Juga:Prof. Sutrisno: Pendidikan Islam Miliki Peran dalam Proses Perbaikan Indonesia
“Orang-orang tua dilahirkan pada era ‘kolonial’, dan anak-anak dilahirkan pada era milenial,” katanya.
Prof Yusuf menyebut ada banyak tantangan baru dengan munculnya fenomena-fenomena baru di era 4.0 dan society 5.0. Hal paling nampak adalah terjadinya revolusi digital. Teknologi yang dikembangkan saat ini semuanya hampir berbasis internet, sehingga muncul internet of things (IoT) dan big data.