PBNU: Tahlilan Bukan Kewajiban, Jangan Sampai Memberatkan
Muhajirin
Kamis, 22 Desember 2022 - 15:13 WIB
Ilustrasi kegiatan tahlilan (foto: masjidmujtahidin.blogspot.com)
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menegaskan bahwa tahlilan tidak boleh memberatkan keluarga almarhum yang tengah berduka.
“Tidak ada kewajiban yang memberatkan. Tahlilan itu tradisi yang dilakukan secara sukarela dan malah membuat keluarga almarhum sangat terhibur dengan banyaknya handai taulan yang datang agar mereka tidak sedih dalam kesendirian,” kata Gus Fahrur, mengutip laman resmi NU, Kamis (22/12/2022).
Sebenarnya, kata dia, tidak ada kewajiban keluarga duka harus memberi makanan. Itu hanya tradisi gotong-royong masyarakat. Orang yang takziah biasanya membawa bahan makanan untuk dinikmati bersama.
Baca Juga: Tepis Tuduhan NU Ahlul Bidah, UAS Teliti Kepakaran KH Hasyim Asyari di Bidang Hadits
“Kalau di desa saya selalu pentakziah bawa segala macam bahan makanan. Yang memasak juga (warga) rumah sebelah, (tujuannya) agar keluarga (duka) tidak repot,” kata Pengasuh Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang Jawa Timur itu.
“Tidak ada kewajiban yang memberatkan. Tahlilan itu tradisi yang dilakukan secara sukarela dan malah membuat keluarga almarhum sangat terhibur dengan banyaknya handai taulan yang datang agar mereka tidak sedih dalam kesendirian,” kata Gus Fahrur, mengutip laman resmi NU, Kamis (22/12/2022).
Sebenarnya, kata dia, tidak ada kewajiban keluarga duka harus memberi makanan. Itu hanya tradisi gotong-royong masyarakat. Orang yang takziah biasanya membawa bahan makanan untuk dinikmati bersama.
Baca Juga: Tepis Tuduhan NU Ahlul Bidah, UAS Teliti Kepakaran KH Hasyim Asyari di Bidang Hadits
“Kalau di desa saya selalu pentakziah bawa segala macam bahan makanan. Yang memasak juga (warga) rumah sebelah, (tujuannya) agar keluarga (duka) tidak repot,” kata Pengasuh Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang Jawa Timur itu.