Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

PBNU: Tahlilan Bukan Kewajiban, Jangan Sampai Memberatkan

Muhajirin Kamis, 22 Desember 2022 - 15:13 WIB
PBNU: Tahlilan Bukan Kewajiban, Jangan Sampai Memberatkan
Ilustrasi kegiatan tahlilan (foto: masjidmujtahidin.blogspot.com)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menegaskan bahwa tahlilan tidak boleh memberatkan keluarga almarhum yang tengah berduka.

“Tidak ada kewajiban yang memberatkan. Tahlilan itu tradisi yang dilakukan secara sukarela dan malah membuat keluarga almarhum sangat terhibur dengan banyaknya handai taulan yang datang agar mereka tidak sedih dalam kesendirian,” kata Gus Fahrur, mengutip laman resmi NU, Kamis (22/12/2022).

Sebenarnya, kata dia, tidak ada kewajiban keluarga duka harus memberi makanan. Itu hanya tradisi gotong-royong masyarakat. Orang yang takziah biasanya membawa bahan makanan untuk dinikmati bersama.

Baca Juga: Tepis Tuduhan NU Ahlul Bidah, UAS Teliti Kepakaran KH Hasyim Asyari di Bidang Hadits

“Kalau di desa saya selalu pentakziah bawa segala macam bahan makanan. Yang memasak juga (warga) rumah sebelah, (tujuannya) agar keluarga (duka) tidak repot,” kata Pengasuh Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang Jawa Timur itu.

Jika keluarga almarhum tidak mampu memberi hidangan, Gus Fahrur menyebut cukup menyajikan air putih saja.

"Jika memang keluarga kurang mampu, tahlilan juga tidak (perlu) memberi makanan, cukup air dan kue saja seadanya," pungkasnya.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menyebut tahlilan sudah menjadi budaya dan memiliki penerapan yang berbeda-beda di masing-masing daerah.

Baca Juga: 4 Keutamaan Dzikir, Salah Satunya Gugurkan Dosa-dosa Kecil

Masyhur jika tahlilan diiringi dengan jamuan jemaah yang berkumpul. Meski ada yang terkesan memberatkan keluarga duka, tapi sebenarnya tradisi tahlilan bukan momok yang menakutkan.

Kiai Ma’ruf mencontohkan tahlilan di Malang, Jawa Timur. Di sana, keluarga duka tak perlu repot memikirkan jamuan. Para tetangga akan berbondong-bondong membantu. Ada yang membantu bahan makanan, memasang kursi, tenda, hingga menyapa tamu.

“Pihak tuan rumah yang sedang berbela sungkawa sama sekali tidak direpotkan apalagi memikirkan yang berat-berat,” kata Kiai Ma’ruf melalui keterangan tertulis, Rabu (21/12/2022).

Tradisi tahlilan memiliki niat baik, yakni mendoakan keluarga yang meninggal. Tapi Kiai Ma'ruf menyebut di beberapa daerah tahlilan mengalami pergeseran tradisi dan budaya. Tahlilan tidak lagi mendahulukan untuk mendoakan almarhum dengan sedekah sesuai kemampuan. Namun, mengarah pada keterpaksaan.

Baca Juga: Tak Terbatas Materi, Sedekah Memiliki Makna yang Luas

“Di wilayah ini saya sepakat, budaya dan tradisi tahlilan bukan sebuah kewajiban. Jika tidak melakukan pun tidak terkena dampak hukum apa-apa,” kata Kiai Ma’ruf.

Tahlilan, kata Kiai Ma'ruf, harus dikembalikan pada semangat bersedekah dengan harapan almarhum kecipratan pahala kebaikan. Sedekah tentu harus sesuai kadar kemampuan. Jika memang tidak mampu, tidak perlu dipaksakan.

“Sedekah adalah sesuai kadar kemampuan. Jika tidak mampu jangan dipaksa, apalagi sampai minjam sana, minjam sini,” kata Kiai Ma’ruf.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)