Umat Islam Halal Belanja Barang dengan Diskon Natal
Muhajirin
Jum'at, 23 Desember 2022 - 13:38 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Pakar Fikih Kontemporer, Prof. Dr. KH Ahmad Zahro, menilai tidak haram jika seorang muslim membeli barang dengan diskonnatal. Aktivitas jual beli masuk dalam ranah muamalah, sehingga tidak ada larangan seorang muslim membeli barang dari nonmuslim, termasuk barang yang didiskon saat natal.
“Kalau belanja ini masalah muamalah. Belanja sama orang kafir, tidak ada masalah. Kemudian ada diskon natal, kita (memandang) diskonnya ya diskon aja. Jadi, belanja kemudian dapat diskon, kalau mereka sebut diskon natal, ya terserahlah, yang jelas muamalah. Belanja ini, kemudian ada semacam diskon. Silakan,” kata KH Ahmad Zahro kepada Langit7, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Umat Islam Boleh Terima Hadiah, Termasuk Bingkisan saat Natal
Muamalah adalah aturan-aturan dan hukum sesuai syariat Islam yang mengatur tentang urusan dunia agar manusia dapat menjalani hidup yang sesuai dengan syariat. Tidak semata-mata untuk kehidupan akhirat, muamalah juga membuat seseorang terhindar dari kemudharatan dunia.
Menurut syariat agama, muamalah jual beli merupakan kesepakatan tukar-menukar benda untuk memiliki benda tersebut selamanya. Kiai Zahro menyebut, dalam muamalah tidak ada syarat seorang muslim diharuskan membeli dari sesama muslim.
“Kalau belanja ini masalah muamalah. Belanja sama orang kafir, tidak ada masalah. Kemudian ada diskon natal, kita (memandang) diskonnya ya diskon aja. Jadi, belanja kemudian dapat diskon, kalau mereka sebut diskon natal, ya terserahlah, yang jelas muamalah. Belanja ini, kemudian ada semacam diskon. Silakan,” kata KH Ahmad Zahro kepada Langit7, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Umat Islam Boleh Terima Hadiah, Termasuk Bingkisan saat Natal
Muamalah adalah aturan-aturan dan hukum sesuai syariat Islam yang mengatur tentang urusan dunia agar manusia dapat menjalani hidup yang sesuai dengan syariat. Tidak semata-mata untuk kehidupan akhirat, muamalah juga membuat seseorang terhindar dari kemudharatan dunia.
Menurut syariat agama, muamalah jual beli merupakan kesepakatan tukar-menukar benda untuk memiliki benda tersebut selamanya. Kiai Zahro menyebut, dalam muamalah tidak ada syarat seorang muslim diharuskan membeli dari sesama muslim.