Perbedaan Cara Islam dan Barat Memandang Realitas dan Kebenaran
Muhajirin
Senin, 26 Desember 2022 - 12:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Direktur Utama Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan, cara pandang (worldview) seorang muslim memandang realitas dan kebenaran. Islam memiliki konsep kebenaran sendiri yang berbeda dengan konsep Barat.
“Apa itu kebenaran? Kebenaran adalah sesuatu yang diwahyukan ke diri umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Realitas adalah apa yang kita lihat secara fisik dan metafisik tadi. Islam tidak pernah membedakan antara kebenaran subjektif dan kebenaran obyektif,” kata Prof Hamid dalam Pidato Akhir Tahun: Worldview Islam dan Weltanschauung Bangsa yang digelar INSISTS pada Ahad (25/12/2022) malam.
Kebenaran objektif adalah sesuai dengan realitas empiris. Tetapi dalam Islam, kebenaran objektif ala worldview Barat tidak selamanya bisa dijadikan kebenaran karena ia lebih bersifat duniawi dan mengabaikan aspek keimanan.
Baca Juga: Memahami Makna Worldview dalam Sudut Pandang Islam
Prof Hamid mencontohkan satu kebenaran objektif di tengah masyarakat Barat yakni pernikahan sejenis. Itu sebuah kebenaran objektif yang tidak bisa diterima dalam konsep Islam. Pernikahan sejenis itu menjadi kebenaran objektif, karena riil terjadi di tengah masyarakat.
“Apa itu kebenaran? Kebenaran adalah sesuatu yang diwahyukan ke diri umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Realitas adalah apa yang kita lihat secara fisik dan metafisik tadi. Islam tidak pernah membedakan antara kebenaran subjektif dan kebenaran obyektif,” kata Prof Hamid dalam Pidato Akhir Tahun: Worldview Islam dan Weltanschauung Bangsa yang digelar INSISTS pada Ahad (25/12/2022) malam.
Kebenaran objektif adalah sesuai dengan realitas empiris. Tetapi dalam Islam, kebenaran objektif ala worldview Barat tidak selamanya bisa dijadikan kebenaran karena ia lebih bersifat duniawi dan mengabaikan aspek keimanan.
Baca Juga: Memahami Makna Worldview dalam Sudut Pandang Islam
Prof Hamid mencontohkan satu kebenaran objektif di tengah masyarakat Barat yakni pernikahan sejenis. Itu sebuah kebenaran objektif yang tidak bisa diterima dalam konsep Islam. Pernikahan sejenis itu menjadi kebenaran objektif, karena riil terjadi di tengah masyarakat.