Kangen Zainuddin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat
Ahmad zuhdi
Senin, 23 Agustus 2021 - 07:50 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian Adat Baduy ketika menghadiri Sidang Tahunan MPR 2021, Senin (16/8/2021) Foto: Antara
Perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah memberikan banyak pelajaran untuk para sahabat dan kaum muslimin. Termasuk ketika Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat berangkat lebih dulu ke Madinah.
Penggalan peristiwa hijrah tersebut kemudian disampaikan almarhum Kiai Haji (KH) Zainuddin MZ dalam tausiyah di salah satu stasiun televisi. "Inilah pemimpin, enggak mentang-mentang turun perintah hijrah, tidak memerhatikan sahabat. Keselamatan dan kemaslahatan ummat diutamakan," tuturnya dikutip Senin (23/8/2021).
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada Allah
Kiai Zainuddin menekankan, pemimpin harus siap berkorban untuk rakyat yang dipimpinnya. Belum lagi, kata dia, Firman Allah bahwa hamba yang gemar menolong akan ditolong juga oleh Allah ketika dalam kesulitan.
"Kita bangsa yang santun, bangsa yang punya gotong-royong, tapi kenapa kita menjadi serigala buat saudara sendiri? Kemana sifat senyum dan gotong-royong itu," ucapnya.
Almarhum juga menegaskan soal musibah yang diberikan Allah dan terbagi menjadi tiga makna. Pertama, ujian. Kedua, azab, dan ketiga laknat dari Allah.
Baca Juga:Hadits Arbain (1): Semua Perbuatan Tergantung Niatnya
Penggalan peristiwa hijrah tersebut kemudian disampaikan almarhum Kiai Haji (KH) Zainuddin MZ dalam tausiyah di salah satu stasiun televisi. "Inilah pemimpin, enggak mentang-mentang turun perintah hijrah, tidak memerhatikan sahabat. Keselamatan dan kemaslahatan ummat diutamakan," tuturnya dikutip Senin (23/8/2021).
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada Allah
Kiai Zainuddin menekankan, pemimpin harus siap berkorban untuk rakyat yang dipimpinnya. Belum lagi, kata dia, Firman Allah bahwa hamba yang gemar menolong akan ditolong juga oleh Allah ketika dalam kesulitan.
"Kita bangsa yang santun, bangsa yang punya gotong-royong, tapi kenapa kita menjadi serigala buat saudara sendiri? Kemana sifat senyum dan gotong-royong itu," ucapnya.
Almarhum juga menegaskan soal musibah yang diberikan Allah dan terbagi menjadi tiga makna. Pertama, ujian. Kedua, azab, dan ketiga laknat dari Allah.
Baca Juga:Hadits Arbain (1): Semua Perbuatan Tergantung Niatnya