LANGIT7.ID, Jakarta - Perjalanan hijrah
Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah memberikan banyak pelajaran untuk para sahabat dan kaum muslimin. Termasuk ketika Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat berangkat lebih dulu ke Madinah.
Penggalan peristiwa hijrah tersebut kemudian disampaikan almarhum Kiai Haji (KH)
Zainuddin MZ dalam tausiyah di salah satu stasiun televisi. "Inilah pemimpin, enggak mentang-mentang turun perintah hijrah, tidak memerhatikan sahabat. Keselamatan dan kemaslahatan ummat diutamakan," tuturnya dikutip Senin (23/8/2021).
Baca Juga: Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada AllahKiai Zainuddin menekankan, pemimpin harus siap berkorban untuk rakyat yang dipimpinnya. Belum lagi, kata dia, Firman Allah bahwa hamba yang gemar menolong akan ditolong juga oleh Allah ketika dalam kesulitan.
"Kita bangsa yang santun, bangsa yang punya gotong-royong, tapi kenapa kita menjadi serigala buat saudara sendiri? Kemana sifat senyum dan gotong-royong itu," ucapnya.
Almarhum juga menegaskan soal musibah yang diberikan Allah dan terbagi menjadi tiga makna. Pertama, ujian. Kedua, azab, dan ketiga laknat dari Allah.
Baca Juga: Hadits Arbain (1): Semua Perbuatan Tergantung Niatnya"Yang diuji itu yang beriman, maka harus sabar dan lulus. Kita ini bangsa yang ditempa dengan berbagai ujian, maka jangan pernah
suudzan kepada Allah, setiap ujian selalu ada hikmahnya," katanya.
Dia menambahkan, bangsa yang paling banyak mendapat bencana adalah Bani Israil. Di antara sebabnya, yaitu mengingkari ayat Allah, kemudian membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, kemaksiatan dan perbuatan yang melampaui batas.
"Bencana kalau sudah datang enggak milih, bukan hanya menimpa yang zhalim, yang baik-baik juga kena akibatnya. Maka jadikan bencana yang datang bertubi-tubi ini untuk meningkatkan rasa tunduk, patuh, dan taat kita kepada Allah," tuturnya.
Baca Juga:
Hadits Arbain (2): Islam, Iman dan Ihsan
Santrendelik, Sebarkan Virus Tobat Lewat Pesantren Kontemporer(asf)