home masjid

Tafsir Surat Al Hajj Ayat 2: Tidak Ada Keraguan dalam Al-Qur'an

Rabu, 28 Desember 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Kiamat menjadi tanda akhir kehidupan seluruh makhluk dengan adanya kehancuran tatanan dunia, kehancuran tersebut juga dikarenakan adanya goncangan. Akan tetapi, goncangan pada hari kiamat itu menjadi sesuatu yang besar, hal ini sebagaimana tertuang dalam surat Al Hajj ayat dua Allah Ta'ala berfirman:

اَرۡضَعَتۡ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمۡ بِسُكٰرٰى وَلٰـكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيۡدٌ‏

Artinya: "(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras". (QS Al Hajj: 2).

Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan alasan berulang kali Allah Ta'ala mengingatkan dalam Al-Qur'an tentang kejadian tersebut, karena banyak manusia yang tidak percaya.

Baca Juga:Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?

"Bukan masalah kehancurannya, karena kalau hanya kehancuran alam, akal manusia akan sampai dan menerimanya. Bahwa segala sesuatu yang ada dalam alam ini akan berakhir dengan kehancuran," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir virtualnya, Rabu (28/12/2022).

Oleh karenanya, lanjut Kiai Zae Nandang, diperlukan juga iman. Iman terkait dihidupkannya kembali dan ini masih banyak yang tidak percaya tentang hal demikian. Menurut dia, manusia akan dihidupkan kembali untuk kemudian dikumpulkan serta dihisab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
alquran tafsir alquran kh zae nandang surat al hajj ilmu tafsir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya