Kuatkan Akidah, Musibah Bisa Berubah Jadi Anugerah
Muhajirin
Rabu, 28 Desember 2022 - 20:01 WIB
Penyintas gempa Cianjur salat di Masjid Darurat (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Sederet bencana alam kerap terjadi selama beberapa bulan terakhir. Mulai dari gempa bumi, banjir hingga erupsi gunung berapi. Bagi orang beriman, bencana alam merupakanmusibah yang mesti jadi sarana muhasabah.
Sekretaris Umum Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Okrisal Eka Putra, mengungkapkan, musibah berupa bencana alam merupakan cara Allah memanggil manusia untuk mendekat kepada-Nya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al-Baqarah: 155).
Baca Juga: Hikmah di Balik Bencana, Berprasangka Baik ke Allah SWT
Sekretaris Umum Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Okrisal Eka Putra, mengungkapkan, musibah berupa bencana alam merupakan cara Allah memanggil manusia untuk mendekat kepada-Nya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS Al-Baqarah: 155).
Baca Juga: Hikmah di Balik Bencana, Berprasangka Baik ke Allah SWT