Pengamat: Myanmar Harus Dihukum agar Genosida Etnis Rohingya Berakhir
Muhajirin
Rabu, 28 Desember 2022 - 22:00 WIB
Ratusan pengungsi Rohingya terdampar di pesisir Aceh setelah terombang-ambing di lautan selama sebulan (foto: istimewa)
Upaya genosida terhadap etnisRohingya di Myanmar telah berlangsung sejak puluhan tahun. Eskalasi konflik meningkat sejak tahun 2016 hingga hari ini. Ratusan ribu etnis Rohingya yang mayoritas muslim, terpaksa mengungsi ke negara tetangga hingga jauh ke Indonesia.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, mengungkapkan solusif efektif untuk menghentikan genosida dan pelanggaran HAM oleh pemerintah dan militer Myanmar terhadap etnis Rohingnya.
“Salah satu bentuk solusi efektif dalam mengakhiri kekerasan terhadap Rohingya adalah hukuman,” kata Pizaro kepada Langit7, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Patroli Selamatkan Pengungsi Rohingnya di Lautan
Menurut dia, dunia harus memperkuat sanksi terhadap pemerintah Myanmar dan militernya. Alih-alih memberikan sanksi simbolis. Saat ini sudah saat negara-negara internasional meningkatkan sanksi yang menyasar kepada kepentingan ekonomi militer.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, mengungkapkan solusif efektif untuk menghentikan genosida dan pelanggaran HAM oleh pemerintah dan militer Myanmar terhadap etnis Rohingnya.
“Salah satu bentuk solusi efektif dalam mengakhiri kekerasan terhadap Rohingya adalah hukuman,” kata Pizaro kepada Langit7, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Patroli Selamatkan Pengungsi Rohingnya di Lautan
Menurut dia, dunia harus memperkuat sanksi terhadap pemerintah Myanmar dan militernya. Alih-alih memberikan sanksi simbolis. Saat ini sudah saat negara-negara internasional meningkatkan sanksi yang menyasar kepada kepentingan ekonomi militer.