BMKG Sebut Ada 7 Wilayah Indonesia Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem
Ummu hani
Kamis, 29 Desember 2022 - 10:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia hingga 30 Desember 2022. Cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah longsor.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF), ada tujuh daerah yang ditetapkan berstatus siaga pada periode tanggal tersebut. Di antaranya Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT.
"Wilayah tersebut diprakirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Dwikorita di Jakarta dalam keterangannya, dikutip Kamis (29/12/2022).
Baca Juga:Potensi Badai di Jabodetabek, BPBD DKI Siapkan 2 Pola Modifikasi Cuaca
Adapun dampak yang dapat terjadi berupa volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis, sehingga mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. Selain itu, hujan lebat mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan serta gunung.
BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan wilayah perbukitan untuk waspada dan meningkatkan kesiap-siagaan. Terutama jika hujan lebat terjadi dalam intensitas cukup lama.
"Mohon kepada masyarakat untuk berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka sebaiknya di rumah saja menunggu cuaca kembali normal," ucap Dwikorita.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF), ada tujuh daerah yang ditetapkan berstatus siaga pada periode tanggal tersebut. Di antaranya Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT.
"Wilayah tersebut diprakirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Dwikorita di Jakarta dalam keterangannya, dikutip Kamis (29/12/2022).
Baca Juga:Potensi Badai di Jabodetabek, BPBD DKI Siapkan 2 Pola Modifikasi Cuaca
Adapun dampak yang dapat terjadi berupa volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis, sehingga mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. Selain itu, hujan lebat mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan serta gunung.
BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan wilayah perbukitan untuk waspada dan meningkatkan kesiap-siagaan. Terutama jika hujan lebat terjadi dalam intensitas cukup lama.
"Mohon kepada masyarakat untuk berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka sebaiknya di rumah saja menunggu cuaca kembali normal," ucap Dwikorita.