Pesantren Bisa Bangun Korporasi untuk Ekonomi Ummat
Muhajirin
Senin, 23 Agustus 2021 - 12:19 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: gontor.ac.id
Pesantren tak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, namun memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian ummat. Ketua DPW Himpunan Ekonomi Bisnis Pesatren (Hebitren) Jawa Tengah, KH Miftahuddin, mengatakan, pesantren memiliki peluang membangun korporasi.
Pria yang akrab disapa Gus Miftah itu memaparkan beberapa dasar pemikiran mengenai pengembangan ekonomi pesantren. Pertama, pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah sudah umum, namun sebagai lembaga pemberdayaekonomi masih terdengar samar di tengah masyarakat.
Baca Juga:Sandiaga Dorong Mahasiswa Turut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan UMKM
"Kalau sebagai lembaga pemberdaya ekonomi, maka sami’na wa ata’na-nya akan lebih kuat, sehingga pesantren menjadi role model bagi masyarakat untuk pengembangan ekonomi," kata Gus Miftah dalam webinar Korporatisasi Usaha Pondok Pesantren melalui kanal youtube NU Online, dikutip Senin (23/8/2021).
Kedua, ekonomi pesantren sebagai kebutuhan biaya pengembangan pendidikan. Ini merupakan dasar pemikiran yang penting, sebab selama ini rata-rata pesantren masih mengandalkan wali santri. Ke depan, pesantren bisa mandiri secara ekonomi, sehingga semua santri bisa belajar tanpa dipungut biaya.
Ketiga, pesantren memiliki sumber daya manusia yang bisa dikembangkan. Tak hanya santri, pesantren juga dikenal memiliki hubungan erat dengan para alumninya. Maka itu, untuk mengembangkan ekonomi pesantren bukan perkara sulit karena sudah memiliki pasar.
Keempat, pesantren mandiri dari segala sisi. Peningkatan kemandirian dan kualitas pendidikan pesantren dapat berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi umat dan bangsa. Namun yang terjadi, menurut Gus Miftah, belum ada kebersamaan.
Pria yang akrab disapa Gus Miftah itu memaparkan beberapa dasar pemikiran mengenai pengembangan ekonomi pesantren. Pertama, pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah sudah umum, namun sebagai lembaga pemberdayaekonomi masih terdengar samar di tengah masyarakat.
Baca Juga:Sandiaga Dorong Mahasiswa Turut Andil Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan UMKM
"Kalau sebagai lembaga pemberdaya ekonomi, maka sami’na wa ata’na-nya akan lebih kuat, sehingga pesantren menjadi role model bagi masyarakat untuk pengembangan ekonomi," kata Gus Miftah dalam webinar Korporatisasi Usaha Pondok Pesantren melalui kanal youtube NU Online, dikutip Senin (23/8/2021).
Kedua, ekonomi pesantren sebagai kebutuhan biaya pengembangan pendidikan. Ini merupakan dasar pemikiran yang penting, sebab selama ini rata-rata pesantren masih mengandalkan wali santri. Ke depan, pesantren bisa mandiri secara ekonomi, sehingga semua santri bisa belajar tanpa dipungut biaya.
Ketiga, pesantren memiliki sumber daya manusia yang bisa dikembangkan. Tak hanya santri, pesantren juga dikenal memiliki hubungan erat dengan para alumninya. Maka itu, untuk mengembangkan ekonomi pesantren bukan perkara sulit karena sudah memiliki pasar.
Keempat, pesantren mandiri dari segala sisi. Peningkatan kemandirian dan kualitas pendidikan pesantren dapat berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi umat dan bangsa. Namun yang terjadi, menurut Gus Miftah, belum ada kebersamaan.