Eks Militer Amerika Masuk Islam Usai Rencanakan Aksi Teror
Hasanah syakim
Kamis, 05 Januari 2023 - 22:04 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Richard Mike McKinney seorang yang pernah aktif sebagai anggota marinir Amerika Serikat ini memutuskan untuk berIslam, setelah dirinya hampir mengebom jamaah muslim di Islamic Center Muncie. Bahkan, Mike pernah memendam kebencian atas Islam dan merencanakan pengeboman.
"Banyak yang tidak percaya dengan perilaku saya pada masa lalu, di mana dahulu saya memiliki begitu banyak kebencian terhadap Islam," kata pria yang kerap disapa Mike seperti dilansir All American Muslim, Kamis (5/1/2023).
Pada awalnya, Mike mengira bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan terorisme di mana sebagian penduduk Amerika Serikat mempercayai stereotip ini. Hal ini karena pengaruh berita-berita yang menyudutkan Muslimin, terlebih setelah peristiwa 9/11.
Saat masih aktif di militer, Mike pernah dikirim ke negara-negara Timur Tengah termasuk Suriah di medan perang. Di sanalah dia menyaksikan orang-orang Muslim berperang, sehingga tak sedikit dari mereka yang menyuarakan kebencian terhadap barat.
Baca Juga:Eti Trisia Temukan Hidayah Lewat Mimpi dan Bersyahadat
Dari sanalah Mike akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kaum Muslimin adalah liyan atau the orther. Di mana kaum Muslimin dipandang berbahaya bagi ketertiban dan kedamaian dunia barat, terutama Amerika Serikat.
Selama 25 tahun Mike bertugas di dunia militer, begitu kembali ke ranah sipil tepatnya tahun 2006 dia merasa negerinya perlu diselamatkan dari para pendatang yang liyan. Dan dalam pendangannya saat itu orang-orang Muslim bukanlah kelompok yang mau melebur dalam identitas Amerika Serikat.
"Banyak yang tidak percaya dengan perilaku saya pada masa lalu, di mana dahulu saya memiliki begitu banyak kebencian terhadap Islam," kata pria yang kerap disapa Mike seperti dilansir All American Muslim, Kamis (5/1/2023).
Pada awalnya, Mike mengira bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan terorisme di mana sebagian penduduk Amerika Serikat mempercayai stereotip ini. Hal ini karena pengaruh berita-berita yang menyudutkan Muslimin, terlebih setelah peristiwa 9/11.
Saat masih aktif di militer, Mike pernah dikirim ke negara-negara Timur Tengah termasuk Suriah di medan perang. Di sanalah dia menyaksikan orang-orang Muslim berperang, sehingga tak sedikit dari mereka yang menyuarakan kebencian terhadap barat.
Baca Juga:Eti Trisia Temukan Hidayah Lewat Mimpi dan Bersyahadat
Dari sanalah Mike akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kaum Muslimin adalah liyan atau the orther. Di mana kaum Muslimin dipandang berbahaya bagi ketertiban dan kedamaian dunia barat, terutama Amerika Serikat.
Selama 25 tahun Mike bertugas di dunia militer, begitu kembali ke ranah sipil tepatnya tahun 2006 dia merasa negerinya perlu diselamatkan dari para pendatang yang liyan. Dan dalam pendangannya saat itu orang-orang Muslim bukanlah kelompok yang mau melebur dalam identitas Amerika Serikat.