Imam Shamsi Ali
Nasihat Kepemimpinan dari Sang Perdana Menteri Anwar Ibrahim
Redaksi
Selasa, 10 Januari 2023 - 11:02 WIB
Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim saat kunjungan ke Indonesia pada Senin (9/1/2023). Foto: Twitter/@anwaribrahim.
Senin 9 Januari 2023, dilaksanakan acara Dialog Kepemimpinan bersama Dato’ Seri Dr Anwar Ibrahim, yang baru saja terpilih dan dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia.
Acara ini dilaksanakan oleh CT (Chairul Tanjung) Corp Leadership Forum. Dan secara kebetulan pula saya termasuk yang mendapat undangan untuk hadir. Walau tidak sempat karena jauh di New York, Saya mengikuti dari dekat (secara virtual).
Acara itu sangat prestigious (terhormat) dan luar biasa. Karena dihadiri oleh begitu banyak tokoh-tokoh nasional, termasuk menteri dan mantan menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, petinggi partai, ulama dan pimpinan organisasi masa lainnya.
Baca juga: Belajar dari Pemilihan Ketua Kongres Amerika, Catat Sejarah Baru
Namun yang terpenting dari semua itu adalah sosok Anwar Ibrahim itu sendiri yang luar biasa. Kalau sekiranya saya ingin memberikan deskripsi tentang beliau dalam satu, mungkin yang tepat adalah “perfect”. Tentunya sempurna yang dimaksud ada pada relevansinya sebagai manusia yang juga pastinya tidak lepas dari konotasi relatifitas.
Anwar Ibrahim sejak semasa mahasiswa telah menampilkan diri sebagai mahasiswa yang aktifis, cerdas, dan luas dalam permikiran dan pergaulan. Kecerdasan dan keluasan berpikir Anwar didukung oleh keluaasan referensi, selain tentunya pengalaman yang luar biasa.
Anwar Ibrahim dapat dikategorikan ilmuan yang politisi dan politisi yang ilmuan. Tapi pada kedua sisi itu (ilmuan dan politisi) Anwar Ibrahim sangat solid dalam wawasan dan komitmen keagamaan. Yang pada akhirnya menjadi sosok politisi yang religiusdan cendekiawan.
Acara ini dilaksanakan oleh CT (Chairul Tanjung) Corp Leadership Forum. Dan secara kebetulan pula saya termasuk yang mendapat undangan untuk hadir. Walau tidak sempat karena jauh di New York, Saya mengikuti dari dekat (secara virtual).
Acara itu sangat prestigious (terhormat) dan luar biasa. Karena dihadiri oleh begitu banyak tokoh-tokoh nasional, termasuk menteri dan mantan menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, petinggi partai, ulama dan pimpinan organisasi masa lainnya.
Baca juga: Belajar dari Pemilihan Ketua Kongres Amerika, Catat Sejarah Baru
Namun yang terpenting dari semua itu adalah sosok Anwar Ibrahim itu sendiri yang luar biasa. Kalau sekiranya saya ingin memberikan deskripsi tentang beliau dalam satu, mungkin yang tepat adalah “perfect”. Tentunya sempurna yang dimaksud ada pada relevansinya sebagai manusia yang juga pastinya tidak lepas dari konotasi relatifitas.
Anwar Ibrahim sejak semasa mahasiswa telah menampilkan diri sebagai mahasiswa yang aktifis, cerdas, dan luas dalam permikiran dan pergaulan. Kecerdasan dan keluasan berpikir Anwar didukung oleh keluaasan referensi, selain tentunya pengalaman yang luar biasa.
Anwar Ibrahim dapat dikategorikan ilmuan yang politisi dan politisi yang ilmuan. Tapi pada kedua sisi itu (ilmuan dan politisi) Anwar Ibrahim sangat solid dalam wawasan dan komitmen keagamaan. Yang pada akhirnya menjadi sosok politisi yang religiusdan cendekiawan.