Tafsir Al Hajj Ayat 3-4: Keadaan Orang yang Ingkari Kekuasaan Allah
Andi Muhammad
Rabu, 11 Januari 2023 - 07:35 WIB
Tafsir Al Hajj Ayat 3-4: Keadaan Orang yang Ingkari Kekuasaan Allah. Foto: iStock.
Allah Ta'ala telah menunjukan dalam firmanNya bagaimana keadaan umat manusia yang kerapkali membantah, serta mengingkari tentang adanya kekuasaan Allah tanpa ilmu. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Hajj ayat 3-4, Allah Ta'ala pernah berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ . كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
Artinya: "Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengannya tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke dalam adzab neraka." (QS Al Hajj:3-4).
Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewn Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan dalam surat tersebut Allah Ta'ala berfirman atas orang yang menjelekkan dan mencela bagi orang yang mendustakan tentang kebangkitan.
"Jadi ini adalah celaan dari Allah Ta'ala kepada orang yang mendustakan berbangkit di hari kiamat. Orang yang mendustakan berbangkit adalah orang yang tercela, menurut pandangan Allah Ta'ala," kata Kiai Nandang dalam kajian tafsir yang diikuti Langit7 secara virtual, Rabu (11/1/2023).
Lebih lanjut, Kiai Nandang dalam ayat tersebut juga menyebut keadaan seseorang yang mengingkari kekuasaan Allah Ta'ala, atas menghidupkan kembali yang mati. "Berulang dalam Al-Qur'an diterangkan dari dulu banyak orang-orang yang mengingkari tentang berbangkit atau dihidupkan kembali," ujarnya.
Baca Juga:Tafsir Surat Al Adiyat: Ibarat Kuda Perang, Semangat Hidup Pantang Menyerah
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ . كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
Artinya: "Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. Yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barang siapa yang berkawan dengannya tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke dalam adzab neraka." (QS Al Hajj:3-4).
Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewn Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan dalam surat tersebut Allah Ta'ala berfirman atas orang yang menjelekkan dan mencela bagi orang yang mendustakan tentang kebangkitan.
"Jadi ini adalah celaan dari Allah Ta'ala kepada orang yang mendustakan berbangkit di hari kiamat. Orang yang mendustakan berbangkit adalah orang yang tercela, menurut pandangan Allah Ta'ala," kata Kiai Nandang dalam kajian tafsir yang diikuti Langit7 secara virtual, Rabu (11/1/2023).
Lebih lanjut, Kiai Nandang dalam ayat tersebut juga menyebut keadaan seseorang yang mengingkari kekuasaan Allah Ta'ala, atas menghidupkan kembali yang mati. "Berulang dalam Al-Qur'an diterangkan dari dulu banyak orang-orang yang mengingkari tentang berbangkit atau dihidupkan kembali," ujarnya.
Baca Juga:Tafsir Surat Al Adiyat: Ibarat Kuda Perang, Semangat Hidup Pantang Menyerah