BPS DKI Jakarta: Jumlah Penduduk Miskin di Ibu Kota Turun 4,61 Persen
Hasanah syakim
Senin, 16 Januari 2023 - 23:18 WIB
ilustrasi (foto: Langit7.id/ iStock)
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Ibu Kota, turun dari 502 ribu menjadi 494 ribu, atau 4,61 persen selama kurun waktu sekitar enam bulan.
Statistik Ahli Madya BPS DKI Jakarta, Dwi Paramita Dewi menyampaikan berkurangnya jumlah penduduk miskin ini karena indikator makro, di antaranya meningkatnya jumlah pertumbuhan ekonomi dan turunnya pengangguran.
"Pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota mencapai 5,94 persen pada triwulan tiga 2022, atau naik dibandingkan periode triwulan kedua 2022 yang mencapai 5,62 persen," kata Dwi dalam keterangannya Senin (16/1/2023).
Baca juga:DPR Desak BPOM-Kemenkes Buat Regulasi Ancaman Bahaya Vape Liquid
Lebih lanjut, Dwi juga mengatakan tingkat pengangguran di Jakarta berkurang sebanyak 63 ribu serta terdapat penambahan sebanyak 138 ribu tenaga kerja.
BPS DKI mencatat dari 4,88 juta tenaga kerja di Jakarta pada periode Agustus 2022, sebanyak 3,08 juta di antaranya bekerja di sektor formal, sedangkan sisanya 1,80 juta lainnya bekerja di sektor informal.
Kendati laju inflasi naik pada periode September 2022 mencapai 2,06 persen, akibat adanya kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Akan tetapi, bantuan sosial dan operasi pasar membuat beban masyarakat miskin menjadi ringan dan memiliki daya beli.
Statistik Ahli Madya BPS DKI Jakarta, Dwi Paramita Dewi menyampaikan berkurangnya jumlah penduduk miskin ini karena indikator makro, di antaranya meningkatnya jumlah pertumbuhan ekonomi dan turunnya pengangguran.
"Pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota mencapai 5,94 persen pada triwulan tiga 2022, atau naik dibandingkan periode triwulan kedua 2022 yang mencapai 5,62 persen," kata Dwi dalam keterangannya Senin (16/1/2023).
Baca juga:DPR Desak BPOM-Kemenkes Buat Regulasi Ancaman Bahaya Vape Liquid
Lebih lanjut, Dwi juga mengatakan tingkat pengangguran di Jakarta berkurang sebanyak 63 ribu serta terdapat penambahan sebanyak 138 ribu tenaga kerja.
BPS DKI mencatat dari 4,88 juta tenaga kerja di Jakarta pada periode Agustus 2022, sebanyak 3,08 juta di antaranya bekerja di sektor formal, sedangkan sisanya 1,80 juta lainnya bekerja di sektor informal.
Kendati laju inflasi naik pada periode September 2022 mencapai 2,06 persen, akibat adanya kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Akan tetapi, bantuan sosial dan operasi pasar membuat beban masyarakat miskin menjadi ringan dan memiliki daya beli.