Fenomena Ngemis Online dan Fakta Kemiskinan di Indonesia
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 18 Januari 2023 - 18:35 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Sosiolog Univeritas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan fenomena ngemis online erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. Menurutnya, jika berbicara kemiskinan tak hanya terbatas pada aksi mengemis untuk mendapatkan uang.
"Kalau kita berbicara tentang orang miskin yang bisa mereka lakukan bukan hanya menggunakan media sosial untuk mendapatkan belas kasihan supaya dibantu, tetapi juga tidak jarang orang mencuri, merampok, dan lainnya karena kemiskinan," ujar Musni kepada Langit7, Rabu (18/1/2022).
Baca juga: Mengemis dalam Perspektif Islam: Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah
Dia mengatakan, berdasarkan statistik pemerintah jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 26 juta orang dengan garis kemiskinan Rp17.000 per hari.
"Jadi kalau orang berpenghasilan Rp17.000 perhari itu dikatakan sudah tidak miskin. Padahal siapa yang hidup dengan penghasilan seperti itu. Artinya kalau kita naikkan batas garis kemiskinan itu menjadi Rp50.000 itu bisa lebih besar lagi angka kemiskinan di Indonesia," katanya.
Kondisi ini menjadi tantangan paling berat yang saat ini dihadapi Indonesia. Musni pun menyebut Indonesia masih gagal menyelesaikan masalah kemiskinan meski telah merdeka selama 77 tahun.
Padahal, salah satu tujuan Indonesia merdeka adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, di mana salah satunya untuk membebaskan orang-orang miskin.
"Kalau kita berbicara tentang orang miskin yang bisa mereka lakukan bukan hanya menggunakan media sosial untuk mendapatkan belas kasihan supaya dibantu, tetapi juga tidak jarang orang mencuri, merampok, dan lainnya karena kemiskinan," ujar Musni kepada Langit7, Rabu (18/1/2022).
Baca juga: Mengemis dalam Perspektif Islam: Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah
Dia mengatakan, berdasarkan statistik pemerintah jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 26 juta orang dengan garis kemiskinan Rp17.000 per hari.
"Jadi kalau orang berpenghasilan Rp17.000 perhari itu dikatakan sudah tidak miskin. Padahal siapa yang hidup dengan penghasilan seperti itu. Artinya kalau kita naikkan batas garis kemiskinan itu menjadi Rp50.000 itu bisa lebih besar lagi angka kemiskinan di Indonesia," katanya.
Kondisi ini menjadi tantangan paling berat yang saat ini dihadapi Indonesia. Musni pun menyebut Indonesia masih gagal menyelesaikan masalah kemiskinan meski telah merdeka selama 77 tahun.
Padahal, salah satu tujuan Indonesia merdeka adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, di mana salah satunya untuk membebaskan orang-orang miskin.