Al-Qur'an Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa
Muhajirin
Rabu, 25 Januari 2023 - 20:09 WIB
Aksi perobekan dan pembakaran Al-Quran oleh politikus sayap kanan di Swedia dan Belanda (foto: istimewa)
Umat Islam dikejutkan dengan pembakaran Al-Qur'an di Swedia oleh politikus sayap kanan Rasmus Paludan. Belum usai kemarahan umat Islam akibat aksi terkutuk itu, politikus sayap kanan di Belanda Edwin Wagensveld merobek Al-Qur'an dan mempublikasikannya di media sosial pada Senin (23/1/2023).
Maraknya aksi penistaan Islam di Eropa menandakanIslamofobia di benua biru itu semakin tinggi. Islamofobia pertama kali menjadi masalah global setelah revolusi 1979 di Iran dan serangan teroris 11 September 2011.
Baca Juga: Astagfirullah, Politisi Belanda Robek, Injak, dan Bakar Al Quran
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, menjelaskan, sekularisme menjadi penyebab Islamofobia tumbuh subur di Barat dan tidak bisa dihilangkan sampai saat ini.
“Karena barat memiliki worldview yang bermasalah dengan mengagungkan sekularisme dan mengeyahkan agama,” kata Pizaro kepada Langit7, Rabu (25/1/2023).
Maraknya aksi penistaan Islam di Eropa menandakanIslamofobia di benua biru itu semakin tinggi. Islamofobia pertama kali menjadi masalah global setelah revolusi 1979 di Iran dan serangan teroris 11 September 2011.
Baca Juga: Astagfirullah, Politisi Belanda Robek, Injak, dan Bakar Al Quran
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, Pizaro Gozali Idrus, menjelaskan, sekularisme menjadi penyebab Islamofobia tumbuh subur di Barat dan tidak bisa dihilangkan sampai saat ini.
“Karena barat memiliki worldview yang bermasalah dengan mengagungkan sekularisme dan mengeyahkan agama,” kata Pizaro kepada Langit7, Rabu (25/1/2023).