Soal Penistaan Al Quran, Begini Harusnya Umat Muslim Bersikap
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 27 Januari 2023 - 08:01 WIB
Aktivis Muslim berdemonstrasi menentang akses non-Muslim ke Temple Mount di Yerusalem pada 2015 silam. Foto: iStock.
Umat Muslim dunia, termasuk Indonesia, dikejutkan dengan aksi penistaan Al Quran di Swedia dan Belanda. Aksi tersebut dilakukan oleh politisi sayap kanan yang dikenal anti-Islam dan kerap menebarkanIslamofobia.
Tindakan tersebut pun menuai kecaman dari dunia Islam sebagai penghinaan dan pelecehan kitab suci.
Anggota Lembaga Dakwah Khusus (LDK) MUI Pusat, Ustaz Wildan Hasan mengatakan wajar bila umat Islam marah dan kecewa pada aksi penghinaan hal-hal yang disakralkan.
Baca juga: Menag: Pembakaran Al-Quran Merupakan Teror dan Ekstremitas
"Jelas kita malah diharuskan untuk marah dalam Islam jika hal-hal yang suci, sakral, dihinakan, dan direndahkan. Kita tidak boleh menerima begitu saja, kita harus menunjukkan rasa cemburu kita," ujar Ustaz Wildan kepada Langit7, dikutip Jumat (27/1/2022).
Namun, dia menekankan, bentuk kemarahan dan kekecewaan pada perilaku pembakaran Al Quran hendaknya dikelola agar tidak memicu sikap-sikap ekstrem yang dapat merusak citra Islam.
Artinya kemarahan, kedukaan, dan kekecewaan tersebut disalurkan melalui media-media yang benar dan dengan cara yang tepat.
Tindakan tersebut pun menuai kecaman dari dunia Islam sebagai penghinaan dan pelecehan kitab suci.
Anggota Lembaga Dakwah Khusus (LDK) MUI Pusat, Ustaz Wildan Hasan mengatakan wajar bila umat Islam marah dan kecewa pada aksi penghinaan hal-hal yang disakralkan.
Baca juga: Menag: Pembakaran Al-Quran Merupakan Teror dan Ekstremitas
"Jelas kita malah diharuskan untuk marah dalam Islam jika hal-hal yang suci, sakral, dihinakan, dan direndahkan. Kita tidak boleh menerima begitu saja, kita harus menunjukkan rasa cemburu kita," ujar Ustaz Wildan kepada Langit7, dikutip Jumat (27/1/2022).
Namun, dia menekankan, bentuk kemarahan dan kekecewaan pada perilaku pembakaran Al Quran hendaknya dikelola agar tidak memicu sikap-sikap ekstrem yang dapat merusak citra Islam.
Artinya kemarahan, kedukaan, dan kekecewaan tersebut disalurkan melalui media-media yang benar dan dengan cara yang tepat.