Tips Agar Keluarga Tetap Kokoh di Era Industri 4.0
Muhajirin
Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:44 WIB
Ilustrasi keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah. Foto: Langit7.id/iStock
Terdapat logika baru di dalam masyarakat industri yang berbeda dari tatanan lama terkait nilai-nilai keluarga. Gerak mesin pabrik memproduksi barang secara massal menjadi penanda era modern.
Ketika gerak tersebut mendesak sampai ke dalam rumah, maka menjadi peringatan bagi keluarga untuk lebih hati-hati. Terlebih jika logika mesin tersebut menjadi dasar teknologi informasi.
Baca Juga:Kiat Optimalkan AC Tanpa Cemas Tekor di Tagihan Listrik
Era industri 4.0 merupakan varian dari watak teknologi tersebut. Bukan hanya produkseperti gawai, tetap dalam pola interaksi antarmanusia baru sebagai dampak efisiensi penyebaran dan pertukaran informasi. Keadaan tersebut membawa dampak baru dalam ketahanan keluarga.
"Dengan big data, misalnya, orang lain yang tak kita kenali bisa serta-merta mengenal kita, keluarga, lingkaran pertemanan, dan kesukaan," kata Doktor Ilmu Tafsir Universitas Al-Azhar Dr Saiful Bahri, dikutip kanal Insists, Rabu (25/8/2021).
Mengutip lembaga penelitian kecerdasan buatan di Jerman, Deutsche Forchungszentrum für Künstliche Intelligenz (DFKI), terdapat empat perkembangan teknologi industri secara kronologis dan dampaknya bagi kehidupan.
Tahap ketiga dari perkembangan itu berbarengan dengan penemuan komputer sebagai barang berharga bagi pekerjaan manusia. Perputaran uang dan informasi yang gencar terjadi untuk partama kalinya di dunia ini akibat komputerisasi segala hal.
Ketika gerak tersebut mendesak sampai ke dalam rumah, maka menjadi peringatan bagi keluarga untuk lebih hati-hati. Terlebih jika logika mesin tersebut menjadi dasar teknologi informasi.
Baca Juga:Kiat Optimalkan AC Tanpa Cemas Tekor di Tagihan Listrik
Era industri 4.0 merupakan varian dari watak teknologi tersebut. Bukan hanya produkseperti gawai, tetap dalam pola interaksi antarmanusia baru sebagai dampak efisiensi penyebaran dan pertukaran informasi. Keadaan tersebut membawa dampak baru dalam ketahanan keluarga.
"Dengan big data, misalnya, orang lain yang tak kita kenali bisa serta-merta mengenal kita, keluarga, lingkaran pertemanan, dan kesukaan," kata Doktor Ilmu Tafsir Universitas Al-Azhar Dr Saiful Bahri, dikutip kanal Insists, Rabu (25/8/2021).
Mengutip lembaga penelitian kecerdasan buatan di Jerman, Deutsche Forchungszentrum für Künstliche Intelligenz (DFKI), terdapat empat perkembangan teknologi industri secara kronologis dan dampaknya bagi kehidupan.
Tahap ketiga dari perkembangan itu berbarengan dengan penemuan komputer sebagai barang berharga bagi pekerjaan manusia. Perputaran uang dan informasi yang gencar terjadi untuk partama kalinya di dunia ini akibat komputerisasi segala hal.